Dulohupa.id – Keluarga korban dugaan penyiraman air keras yang dialami seorang penyandang disabilitas (Tuna rungu wicara) di Desa Ombulo meelapor ke Polsek Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Niya Yasin (38) selaku ibu korban menyampaikan bahwa, ia bersama suaminya secara resmi membuat laporan polisi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anaknya.
“Saya melihat keadaan anak saya semakin parah. Jadi saya dan suami saya berinisiatif mau melapor,” ujar Niya Yasin saat ditemui awak media.
“Dari jam 8 pagi. Jam 12 istirahat, baru lanjut lagi pemeriksaan. Saksi ada dua di periksa. Barang bukti ada botol dan kaos yang anak saya pakai saat di siram (air keras),” jelas Niya saat ditemui awak media.
Sementara itu, Kapolsek Limboto Barat, IPDA Afandi Ismail membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang penyandang disabilitas.
“Iya benar. Keluarga korban datang melapor. Laporan itu segeta ditindaklanjuti dan akan kami dalami,” kata IPDA Afandi.
Usai diperiksa oleh petugas Polsek Limboto Barat, Niya Yasin bersama anaknya dijemput oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gorontalo, Irmawaty Moonti.
Kata Irmawaty, karena korban merupakan penyandang disabilitas maka pihaknya akan memberikan pendampingan khusus terhadap korban.
“Karena ini masih didalami oleh polisi, maka kami belum bias melakukan apa apa. Tapi kita tetap akan memberikan pendampingan, menunggu hasil dari pihak kepolisian,” kata Irmawaty Moonti.

Sebelumnya seorang remaja penyandang disabilitas bernama Idad Datau (18) diduga disiram air keras oleh 3 orang siswa di salah satu sekolah menengah atas (SMA) Negeri di Limboto Barat.
Menurut pengakuan Niya Yasin (38), selaku orang tua dari korban mengatakan, kejadian menimpa anaknya pada Rabu (04/10/2023) sekitar pukul 09.30 WITA.
Niya baru mengetahui peristiwa itu saat seorang kakek memberitahukan bahwa korban Idad sudah mengalami luka-luka di bagian belakang badan.
Lebih lanjut kata sang ibu, sebelum anaknya disiram dengan air keras, korban diduga sempat dianiaya oleh ketiga siswa dengan menahan kedua tangan korban sambil dipukuli pada bagian perut.
“Saya tanya ke anak saya, kenapa uti, kenapa uti, orang ada pukul? Terus kata anak saya, iya dipukul 3 orang siswa (dengan bahasa isyarat),” kata Niya Yasin
Reporter: Herman Abdullah











