Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKESEHATANPEMKAB GORONTALO

Kabupaten Gorontalo Tertinggi Kasus Rabies, Ketersediaan Vaksin Dipastikan Tercukupi

×

Kabupaten Gorontalo Tertinggi Kasus Rabies, Ketersediaan Vaksin Dipastikan Tercukupi

Sebarkan artikel ini
Gorontalo Kasus Rabies
Ketersediaan vaksin anti rabies di Instalasi Farmasi Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id- Penyebaran kasus rabies di Provinsi Gorontalo hingga kini masih menjadi momok menakutkan, pasalnya hingga Agustus 2024 kemarin tercatat telah terjadi hingga 581 kasus gigitan. Bahkan Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo pun telah menetapkan status kejadian luar biasa setelah terjadi 1 kasus kematian.

Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu wilayah dengan angka kasus gigitan rabies tertinggi, yakni mencapai 183 kasus gigitan dengan 1 kasus kematian. Tingginya angka kasus gigitan rabies di Kabupaten Gorontalo selaras dengan luas dan jumlah penduduk yang tinggi serta banyaknya populasi hewan penyebar rabies seperti anjing maupun kucing.

Meski angka kasus gigitan rabies tinggi, Instalasi Farmasi Kabupaten Gorontalo mengungkapkan bahwa selama ini ketersediaan vaksin dan serum anti rabies masih tercukupi untuk kebutuhan korban gigitan rabies.

“Semua siap di Instalasi Farmasi, jadi sewaktu waktu kalau ada kasus gigitan itu petugasnya bisa jemput kapan saja di Instalasi Farmasi,” Ungkap Penanggungjawab Instalasi Farmasi Kabupaten Gorontalo, Nikma Abaidata.

Nikma juga mengatakan sejak Januari 2024 hingga saat ini, rata rata amprahan atau kebutuhan Puskesmas bisa mencapai 150 hingga 175 vial vaksin anti rabies per bulannya. Secara keseluruhan vaksin anti rabies yang telah digunakan pun mencapai sekitar 900 vial.

“Di Instalasi Farmasi itu yang tercatat sisa stok bulan kemarin masih ada 36 vial vaksin anti rabies dan serum masih ada 5. Untuk pemberian vaksin itu tergantung kasus gigitan, kalau kasus gigitannya tidak cukup dalam maka masih bisa di treatmen dengan vaksin anti rabies tapi kalau kasus gigitannya sudah cukup dalam, sudah mengenai mata dan banyak pembuluh darah yang kena gigitan itu sudah harus dapat serum anti rabies,” Jelas Nikma.

Sementara untuk pemberian dosis vaksin pun bervariasi tergantung kasus gigitan. Ada yang 1 Kur 3 vial dan ada beberapa korban yang diberikan 1 kur 4 vial tergantung anjing yang menggigit apakah masih hidup atau sudah mati.

“Kalau penyuntikannya itu intramoskular, jadi semua petugas sudah di coaching dan sudah tau SOP untuk penyuntikan vaksin anti rabies, jadi 1 vial itu untuk 1 dosis,” Ujar Nikma.

Lebih lanjut Nikma mengatakan saat ini Instalasi Farmasi Kabupaten Gorontalo telah mengajukan permohonan penambahan jumlah ketersediaan vaksin dan serum anti rabies. Hal itu pun guna menjaga dan mengantisipasi kebutuhan vaksin, mengingat tingginya angka kasus gigitan di Kabupaten Gorontalo. Bahkan setiap pekan kasus gigitan rabies di Kabupaten Gorontalo dipastikan ada laporan kasus.

“Tidak setiap hari, polanya itu tiap minggu pasti ada. Tapi kalau setiap hari itu tidak ada,” pungkasnya.

Redaksi