Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Jadikan Daerah Tanggap Narkoba, BNN Bone Bolango Bentuk Desa Bersinar

×

Jadikan Daerah Tanggap Narkoba, BNN Bone Bolango Bentuk Desa Bersinar

Sebarkan artikel ini
BNNK Bone Bolango saat melakukan konferensi pers pagi tadi, Jumat (24/12/21)/Faisal Husuna

Dulohupa.id- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone Bolango, Rakhma Hubu berkomitmen untuk menjadikan Bone Bolango sebagai daerah yang tanggap ancaman narkoba. Karena itu, pihaknya telah membentuk satu desa dan satu kelurahan bersih narkoba (Bersinar) di wilayah itu. 

“Tahun ini BNNK Bone Bolango membentuk satu Kelurahan Bersinar, yakni Kelurahan Pauwo dan satu Desa Bersinar yaitu Desa Huntu Selatan,” ujar Rakhma pada konferensi pers di kantornya pagi tadi, Jumat (24/12/21). 

Ia menjelaskan bahwa, pembentukan kelurahan/desa Bersinar itu juga merupakan target nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Di dalam kelurahan/desa Bersinar tersebut kata dia, terdapat program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).Program tersebut meliputi beberapa rangkaian kegiatan berupa pembentukan dan fasilitasi Agen Pemulihanyang akan melakukan intervensi, rehabilitasi, dan pascarehabilitasi secara mandiri. 

“Tahun ini, BNNK Bone Bolango membentuk IBM Teratai di Kelurahan Pauwo, dan IBM Anggrek di Desa Huntu Selatan,” ungkapnya.

“Mereka Agen Pemulihan (IBM), dilatih langsung oleh pusat. (Tugas) mereka melakukan sosialisasi, melakukan pemetaan tempat-tempat yang (ada aktivitas narkotika), dan lalu melakukan penjangkauan,” lanjutnya

Lebih lanjut kata dia, pihaknya menjadikan Kelurahan Pauwo dan Desa Huntu Selatan menjadi kelurahan/desa Bersinar, bukan tanpa alasan. Dirinya menuturkan untuk Kelurahan Pauwo sendiri merupakan kelurahan terbesar dan penduduk terbanyak, di Kabupaten Bone Bolango untuk skala kelurahan dan desa. 

Kedua, kelurahan itu adalah daerah irisan antara kota dan kabupaten. Lalu ketiga, menurutnya gaya hidup perkotaan sebagian besar ada di situ. Sebab terdapat banyak tempat hiburan, juga banyak tempat kos-kosan. Bahkan katanya, di daerah itu juga tempat maraknya peredaran obat-obatan. 

“Memang, kasusnya tinggi di sana (Kelurahan Pauwo), mulai dari peredaran, penyalahgunaan obat-obatan, sampai dengan narkotika memang sudah beredar di sana,” katanya.

Sementara itu untuk Desa Huntu Selatan sendiri, juga merupakan daerah irisan antara kota dan kabupaten, dan juga daerah pariwisata. Karena daerah ini juga merupakan salah satu masuk nominasi 100 besar desa di Indonesia yang memiliki wisata maju. 

“Dan dua daerah itu sudah didampingi oleh semua SKPD terkait, baik dari Bappeda, inspektorat, dari Kesbangpol, sebagai contoh untuk kelurahan/desa yang lain,” tandas dia.

Reporter: Faisal Husuna