Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Inspiratif, Pemuda di Sipatana Sulap Tempurung Kelapa Menjadi Pot yang Bernilai Ekonomi

Dulohupa.id – Hobi menanam bunga kembali populer di tengah pandemi COVID-19. Pelbagai peluang bisnispun diciptakan. Semacam yang dilakukan oleh Eman Gani, warga Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, yang menyulap tempurung jadi pot bunga gantung.

Meski baru menggeluti usahanya dalam dua bulan terakhir, namun dari hasil karyanya itu, Eman sudah mampu membantu kedua orang tuanya, dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, pot yang ia buat rupanya laris manis diburu masyarakat.

Tampak pot bunga gantung buatan Eman. FOTO/Mega

“Hasilnya lumayan untuk membantu memenuhi kebutuhan kami. Yang memesan banyak, karena ini pot bunga maka yang pesan dari kalangan ibu-ibu, ada dari Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan paling banyak yang pesan dari Kota Gorontalo” katanya.

Kepada dulohupa.id, Eman bercerita, bahwa memang disekitar rumahnya banyak terdapat tempurung yang dibuang begitu saja, setelah isinya diambil. Ia lantas berpikir bagaimana memanfaatkan limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Saya melihat banyak bahan-bahan di sekitar (rumah) saya yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, dan malah menjadi limbah, salah satunya batok kelapa (tempurung) ini. Sehingga saya berinisiatif untuk membuat pot bunga, apa lagi saat ini banyak warga Gorontalo beralih menanam bunga, kesempatan itulah yang saya manfaatkan” curhat Eman.

Saat ini kata Eman, sudah banyak permintaan pot hasil kreasinya tersebut. Hal itu membikin dia harus memesan buah kelapa dari daerah luar kota. Selain itu, karena tak mampu menggarap pekerjaan itu sendiri, ia pun kini mulai mempekerjakan tiga temannya, yang kemudian mampu menyelesaikan 30 pot dalam sehari.

Eman saat sedang membuat pot bunga gantung. FOTO/Mega

Adapun harga yang dipatok untuk setiap pot yang dibuat Eman adalah 20 ribu hingga 25 ribu rupiah, tergantung ukuran batok. Dan kini, agar masyarakat tak kesulitan menemukan usahanya, ia lantas menamainya, “Potlop” Kreatif.

“Pemasaran produk batok kelapa yang saya buat ini melalui media sosial dan informasi melalui teman teman saya. Alhamdulillah banyak yang berminat” pungkasnya.

Reporter: Mega
Editor  : Wawan Akuba