Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Ini Pernyataan Istri yang Menjadi Korban Penikaman Suaminya Sendiri di Gorut

125
×

Ini Pernyataan Istri yang Menjadi Korban Penikaman Suaminya Sendiri di Gorut

Sebarkan artikel ini
Suami di Gorut tega tikam istrianya sendiri.
Korban terbarin lemah di rumah sakit dengan beberapa luka tusukan di bagian tubuh. (Ft. Istimewa)

Dulohupa.id – Seorang wanita warga Desa Tolango, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, berinisial  SS (36), yang menjadi korban penikaman suaminya sendiri yang berinisial DT (32) Kamis (29/11/2019) kini masi dirawat di rumah sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo.

Dijumpai tim Dulohupa.id dirumah sakit, terlihat SS terbaring  lemah dengan 11 luka di bebrapa bagian tubuhnya. SS mengalami 10 luka tusukan dan 1 luka goresan barang tajam di bagian tagan. Minggu (1/12/2019)

Saat diwawacarai, korban SS menceritakan awal mula terjadinya penganiayaan terhadap dirinya. Menurutnya permasalahan itu bukan lantaran kopi pahit, karena dia tidak pernah menyajikan kopi pada suaminya.

“ memang sebelumnya Ada masalah antara saya dan suami saya, saya hanya tidak suka sikap suami saya yang suka megekang saya. Sebenarnya Saya ingin melaporkan tingkah suami saya kepada pihak kepolisian karena suka main kasar terhadapa saya. Karena mungkin dia tidak mau saya melapor, makannya dia mengancam untuk bunuh diri dengan cara gantung diri” Terang SS

Lanjut SS menjelaskan, “ Melihat suami saya igin mencoba bunuh diri saya berusaha menolongnya, namun setelah saya tolong dia kemudian tetap mengancam saya untuk bunuh diri, karena melihat sikapnya seperti itu saya keluar dari rumah dan pergi dan duduk di sekolah yang tidak jauh dari rumah”. Tambahnya

Namun Sekitar pukul satu malam SS memperhatikan suaminya dari kejauhan sedang asik telponan yang dicurigai dengan wanita lain. setelah menelfon suaminya pergi menggunakan sepeda motor. Melohat suaminya telah pergi, SS balik kerumah lewat pintu belakang, karena pintu depan terkunci.

“ Suami saya tidak tau kalau dari kejauhan saya memperhatikannya, saya lihat dan dengar dia sedang telponan dengan perempuan lain, karena dia menggunakan speaker saat menelpon. Setelah dia pergi saya balik kerumah lewat pintu belakang karena pintu depan dikunci.” Ujarnya

“ Adu mulut terjadi saat suami saya kembali ke rumah. Saat itu saya menanyakan siapa wanita yang sedang teleponan dengannya. Dia terus mengelak tidak mau memberi tahukan siapa orang yang sedang teleponan dengannya. Saat saya melayangkan kata “ abis ngana, tunggu besok” tiba-tiba suami memukuli saya, dan menarik saya hingga kedapur. di dapur saya di hantam menggunakan parang, namun saya berhasil menangkisnya sehingga parang jatuh, kemudian dia mengambil linggis dan pukulkan ketubuh saya berkali kali, saat itu saya menangkisnya dengan tangan, buktinya tangan saya mengalami memar akibat hantaman linggis. Hingga akhirnya dia mengambil pisau yang berada di tempat cuci piring dan menusukannya ditubuh saya berkali-kali.” Kata SS

“Saat itu saya berusaha meminta tolong, namun tidak ada satupun yang datang menolong. Hingga akhirnya saya terjatuh, saat itu suami saya berhenti memukul, karena dia mengira saya sudah mati.” Dalam keadan lemah saya berusaha bangun untuk mencari pertolongan kepada tetangga, namun pertolongan datang setelah satu jam kemudian dan langsung membawa saya ke rumah sakit terdekat. “ Kata SS sambil menahan sakit akibat luka yang dialaminya

Atas kejaduan ini, Pihak keluraga berharap, pelaku dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. “ Kami minta masalah ini diusut tuntas, dan prilaku kejam pelaku dijerat dengan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.” Harap kaka korban. (Kibong)