Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALOHEADLINEPEMPROV GORONTALO

Ini Langkah Pemprov Gorontalo Hadapi Kemarau Panjang

×

Ini Langkah Pemprov Gorontalo Hadapi Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini
Kemarau Gorontalo
Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya.

Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika RI memprediksi wilayah Indonesia akan dihadapkan dengan adanya Badai El Nino dan kemarau panjang yang diperkirakan terjadi sejak Agustus hingga Desember 2023.

Sementara untuk wilayah Provinsi Gorontalo saat sudah hampir sebulan mengalami kemarau yang mulai mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air serta rawan terjadinya kebaran lahan.

“Khusus untuk menghadapi kemarau panjang yang sudah diprediksi oleh BMKG, Pemprov sudah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi dan sudah ada edaran ke Kabupaten/Kota. Kita imbau ke masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dilahan pertanian yang kondisinya masih kering. Khawatirnya kalau membakar akan merambat ke kawasan yang tidak boleh terbakar dan bisa membahayakan,” Imbau Penjagub Gorontalo, Ismail Pakaya, Jumat (01/09/2023).

Disamping itu, Pemprov Gorontalo juga telah membentuk posko untuk menangani laporan dari masyarakat terkait dengan kebakaran maupun ketersediaan air bersih. Hingga saat ini kondisi Gorontalo telah menerima 3 laporan kekeringan dan telah ditangani dengan mengirimkan mobil tangki air untuk menyuplai air sebagai upaya untuk mengantisipasi kekurang air bersih.

“Kemarin terakhir di Kecamatan Pulubala, itu hanya antisipasi yang sifatnya sementara namun kita harus meyiapkan langkah-langkah agar di musim kemarau tidak mengalami kekurangan air bersih.
Untuk hal-hal lain masih kita koordinasi dengan pemda Kabupaten/Kota terutama terkait hasil pertanian yang memungkinkan terjadi gagal panen di musim kemarau,” Ujar Ismail Pakaya.

Olehnya pemerintah provinsi Gorontalo telah menyiapkan stok bahan pangan serta akan melaksanakan pasar murah di titik-titik tertentu yang mengalami kekurangan bahan pokok.

Reporter: Kris