Ini Alasan Masyarakat Gorontalo Menolak Vaksin COVID-19

Dulohupa.id- Meski pemerintah mengklaim terus memperhatikan kualitas dan mutu vaksin COVID-19 sebelum disuntikan kepada masyarakat, namun masih saja ada masyarakat, terutama di Gorontalo yang menolak divaksinasi. Padahal, pada gelombang pertama pun, hanya golong tertentu saja yang akan divaksinasi.

Jurnalis Dulohupa.id mencoba menemui sejumlah masyarakat, untuk mengetahui apa alasan mereka menolak vaksin COVID-19. Misalnya yang diungkapkan Novia Pahlawanti Kadir, warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Secara tegas ia mengaku belum mau divaksinsi COVID-19, karena memang sejauh ini ia baik-baik saja. Makanya ia mengharapkan penjelasan terkait alasan iaharus divaksinasi, dan apa manfaat vaksinasi ini untuk dia dan masyarakat lainnya.

Makanya kata Novia, “Pemerintah agar menyosialiasikan pelaksananaan vaksinasi secara transparan. Mulai dari soal keberhasilan vaksin hingga keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19,” terang Novia.

Tidak berbeda dengan Novia, Rahmawati Nudin, warga Desa Bulontalangi, Kecamatan Tapa, Bone Bolango mengungkapkan, secara pribadi ia memang masih meragukan efektivitas vaksin COVID-19.

Sebab, sejauh ini pun Rahmawati mengaku belum mendapat informasi terkait vaksin produksi sinovac tersebut. Apalagi tingkat keberhasilannya, Rahmawati mengaku tidak tahu berapa persen yang diuji yang berhasil.

“Soal mau dengan tidak, kan nanti tergantung masyarakat. Karena kan tidak semua masyarakat yang pro, bisa saja kan ada beberapa masyarakat yang kontra tentang vaksin ini,” ungkap Rahmawati.

Meski begitu, ia sadar betul niat baik pemerintah mendatangkan vaksin untuk masyarakat, terlebih ketika kasus-kasus baru COVID-19 terus melonjak. Namun, pemerintah pun menurutnya mesti transparan terkait keberhasilan vaksin. Jangan sampai, justru menimbulkan masalah baru.

“Tapi tetap saya lihat dulu berapa persen tingkat keberhasilan dari vaksin ini. Lalu, apakah ada efek samping yang berkepanjangan. Karena imun tubuh setiap orang itu berbeda-beda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman mengungkapkan, bahwa memang sebanyak 9.760 vaksin tahap awal ini, hanya akan diprioritaskan untuk beberapa kalangan masyarakat. Misalnya mereka para tenaga kesehatan.

“Jadi untuk 2021 ini, tahap awal adalah pemberian vaksinasi pada tenaga kesehatan. Karena tenaga kesehatan yang (rentan) terpapar COVID-19. Targetnya dari bulan Januari hingga Februari. Itupun masih menunggu kapan akan bisa dimulai dari pemerintah pusat,” ujar Yana, Rabu (6/1).

Meski ia pun mengakui, bahwa memang sosialisasi terkait vaksin ini kepada masyarakat belum selesai. Nantinya, sosialisasi akan dilakukan secara bertahap. Baik oleh pihaknya, maupun oleh para pihak lainnya.

“Pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat itu dalam proses dilakukan bertahap, oleh kami Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo maupun stakeholder terkait,” tutur Yana.

Ia pun secara pribadi meminta masyarakat untuk tidak takut divaksinasi, “Harapan kita ini, ketika dapat bersatu untuk cepat mengenyahkan COVID-19 di bumi Hulondalo,” tutup Yana.

Reporter: Yusuf Konoli