Dulohupa.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).
Kunjungan ini menandai dimulainya implementasi konkret kerja sama konservasi situs warisan budaya antara kedua negara. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari komitmen kemitraan strategis yang telah disepakati oleh Indonesia dan India pada tahun 2025 lalu.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kebudayaan RI dan Indonesian Heritage Institute akan bersinergi langsung dengan Archaeological Survey of India (ASI). Program restorasi jangka panjang yang dijadwalkan berjalan dari tahun 2026 hingga 2036 ini akan memfokuskan pemugaran pada lebih dari 200 candi perwara di halaman kedua yang saat ini sebagian besar masih berupa reruntuhan.
Sejumlah persiapan teknis, mulai dari peninjauan lapangan hingga penyusunan laporan proyek, telah rampung dilakukan oleh tim gabungan kedua negara.
Langkah konservasi ini dinilai krusial mengingat signifikansi historis Prambanan serta lonjakan angka kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Berdasarkan data komparatif, tren kunjungan ke kawasan cagar budaya ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif.
Dari data yang tercatat total kunjungan sejak tahun 2025 lebih dari 2,3 juta wisatawan. Sementara capaian triwulan Idua sampai tahun 2026 telah menembus lebih dari 1,3 juta wisatawan.
Tren peningkatan ini mempertegas posisi Candi Prambanan tidak hanya sebagai destinasi warisan budaya unggulan nasional, tetapi juga pusat pariwisata budaya berkelas dunia yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi regional dan nasional.
Redaksi









