Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Imbas Kesulitan Air di Pasar Sentral, Tong Sampah jadi Penampungan Air

×

Imbas Kesulitan Air di Pasar Sentral, Tong Sampah jadi Penampungan Air

Sebarkan artikel ini
Air Pasar Sentral
Tong sampah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan air di toilet pasar sentral Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Pedagang di pasar Sentral Kota Gorontalo kesulitan air dan terpaksa mengalihfungsikan tong sampah menjadi tempat penampungan air. Hal tersebut dilakukan untuk menyuplai air dari kran yang debit airnya kecil dan sangat terbatas.

Dari pantauan Dulohupa di pasar Sentral, Air yang terbatas membuat para pedagang kesulitan menjaga kesegaran ikan. Bahkan pengunjung maupun pedagang hendak buang air, harus mengambil air yang ada di tong sampah.

Berdasarkan informasi dari para pedagang, air PDAM akan mengalir setiap dua jam, bahkan bisa sehari airnya mati total.

Air di pasar Sentral
Kondisi lapak pedagang ikan yang kesulitan air. Foto: Kris/Dulohupa.

Para pedagang memang mengakui bahwa lapak yang tersedia memang sangat rapi dan cukup bagus. Namun disisi lain, para pedagang masih merasakan berbagai masalah dan kesulitan selama menempati lapak baru yang disediakan oleh pemerintah.

Sejumlah lapak pedagang, mulai dari pedagang rempah-rempah, sayur-sayuran hingga pedagang ikan mengeluhkan ketersediaan air yang sangat terbatas. Padahal air menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting dan mempunyai peran yang strategis dalam aktivitas pedagang.

“Kendala disini ini cuman air setengah mati sekali, kami pedagang ikan butuh air kan. Torang pedagang ikan air tawar kadang butuh oksigen kan, supaya ikan tetap segar. Cuman karena tidak air tambah tidak ada sambungan listrik, jadi ikan-ikan sampai disini langsung mati. Itu jadinya pengaruh ke pembeli, karena pembeli biasanya cari ikan yang masih segar-segar dan masih hidup,” Ujar Surya, salah satu pedagang ikan di pasar sentral Gorontalo.

Selain kesulitan air, Surya juga mengaku bahwa lapak-lapak pedagang tidak tersedia aliran listrik. Sehingga para pedagang tidak lagi dapat menggunakan alat pendukung untuk menjaga kesegaran ikan.

“Listrik kan perlu disini, karena alat oksigen diperlukan untuk menjaga kesegaran ikan, maupun kipas angin harus dihidupkan untuk mengusir lalat,” ujar Surya.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh para pedagang sayur-sayuran dan rempah-rempah yang berada di pasar sentral Gorontalo. Meskipun tak terlalu membutuhkan air, mereka mengaku bahwa air di pasar sentral tetap menjadi sektor penting yang harus disediakan.

“Airnya itu air PAM, setiap 2 jam dia kase menyala, adakalanya 1 hari full tidak ada,” tutur pedagang sayur-sayuran, Muhammad Dama.

Reporter: Kris