Ikan Manggabai dan Hulu’u Makin Sulit Ditangkap Nelayan di Danau Limboto

oleh -75 Dilihat
Ikan Manggabai Hulu'u
Ikan Hulu'u {Foto: Herman Abdullah

Dulohupa.id – Keberadaan ikan Manggabai (Glossogobius giuris), Hulu’u (Giuris margaritacea) dan Payangga (ikan kecil sejenis Hulu’u) kini mulai sulit ditangkap oleh para nelayan di Danau Limboto, Gorontalo.

Ikan-ikan tersebut kerap tidak terlihat lagi di danau Limboto, serta masih menjadi misteri apakah jenis ikan Manggabai dan Hulu’u ini termasuk dalam hewan langka atau endemik.

Nelayan Danau Limboto
Seorang Nelayan di Danau Limboto mengulas air di dalam perahunya. foto/Herman Abdullah

Riky Hulalata (26) warga Desa Pentadio Barat yang berprofesi sebagai nelayan di Danau Limboto mengakui bahwa, Manggabai dan Hulu’u diyakini masih ada di danau, akan tetapi sulit untuk ditangkap.

“Kalau dipakai jaring dengan ukuran lubang besar pasti ikan ini tidak akan tertangkap. Ada jaringnya yang memang khusus dan lubangnya kecil,” ungkap Riky sambil mengulas air pada badan perahunya di danau Limboto.

Kata dia, Manggabai, Payangga dan Huluu biasa berada di dipinggiran danau. Namu tetap sulit untuk didapati.

“Kami sulit mau bilang ikan itu ada dengan tidak ada, soalnya susah untuk ditangkap. Kami tinggal menangkap ikan mujair yang mudah ditangkap,” kata Riky Hulalata.

Berbeda dengan Riky, Rahman Nusi (41) nelayan asal Pentadio Barat itu mengatakan sekarang ikan primadona bagi warga Gorontalo tersebut sudah tidak ada disekitaran danau Limboto.

“Dulu itu banyak. Karena masih ada rumput teratai dan lumut yang menjadi tempat ikan berkumpul. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Karena sudah bersih rumput dan lumut,” ucap Rahman.

Sehingga kata Rahman karena sudah tidak ada tempat yang biasa disinggahi oleh Manggabai, Payangga dan Hulu’u itu mungkin saja ketiga ikan sudah berpindah tempat.

“Sekarang danau Limboto ini sudah terang dan panas sudah tidak ada lagi rumput dan lumut. Sementara ikan ikan itu cari tempat lain untuk yang ada rumput dan lumut,” sambungnya.

Semasa Rahman Nusi sebagai nelayan dari ia kecil ketiga ikan itu masih ada dan enteng untuk mengambilnya. Namun sekarang ini dengan usianya sudah 41 tahun dirinya kesulitan dan bahkan sudah tidak lagi menghasilkan.

“Kadang saat ingin menangkap ikan Hullu’u, saya hanya dapat satu ekor saja. Itupun ukurannya kecil. Mungkin hanya anak ikan saja itu. Biar menggunakan jala kecil sekalipun memang sudah tidak ada,” kata Rahman.

Kata Rahman, Manggabai dan Hulu’u perlahan mulai hilang di danau limboto sejak tahun 2015. Kemudian ditambah dengan sudah ada pembersihan danau ini justru menambah ikan ikan di danau perlahan mulai sedikit.

“Sudah lama tidak lagi kita dapatkan. Mungkin sudah ada puluhan tahun lalu. Yang ada di pinggiran jalan yang diperjualbelikan itu bukan hasil tangkapan dari danau Limboto. Tapi dari luar,” ungkapnya.

“Mereka para penjual ikan saja sering bertanya pada kita nelayan di sini. Manggabai, Payangga dan Huluu itu apa masih ada? Dan juga akan kelihatan perbedaan ikan dari danau sini atau dari luar,” pungkas Rahman.

Reporter: Herman Abdullah