Dulohupa.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie menyoroti sejumlah kendala teknis yang masih menghambat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Salah satunya ialah keterlambatan pembangunan dapur oleh beberapa vendor dan yayasan yang telah terdaftar sebagai penyelenggara program. Ia juga menekankankan pentingnya sertifikasi bagi Chef untuk program MBG.
Dalam rapat evaluasi bersama Gubernur Gorontalo, Kamis (06/11/2025), Idah menyebut hingga akhir tahun 2025 terdapat 41 SPPG yang sudah beroperasi, dengan jumlah siswa penerima manfaat mencapai sekitar 8.000 orang. Namun, beberapa calon SPPG belum bisa berjalan karena dapur penyedia makanan belum selesai dibangun.
“Masih ada beberapa vendor yang belum menyelesaikan dapur mereka. Padahal ini menghambat target nasional bahwa pada Februari 2026 semua anak sekolah sudah harus menerima manfaat program MBG,” tegas Idah.
Idah juga meminta agar pemerintah mempercepat proses sertifikasi bagi para juru masak (chef) MBG. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan standar keamanan dan higienitas makanan yang disajikan kepada siswa.
“Chef yang belum disertifikasi akan berdampak pada kualitas pelayanan. Karena itu, Pemprov harus segera mempercepat sertifikasi agar tidak terjadi masalah seperti keracunan makanan,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi menyeluruh terhadap vendor dan pelaksana program segera dilakukan agar pelaksanaan MBG di Provinsi Gorontalo berjalan sesuai target dan harapan Presiden.
Reporter: Maya












