Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPERISTIWA

Fatal! Bayi Tertukar di Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato

×

Fatal! Bayi Tertukar di Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Bayi Tertukar
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato. foto: Hendrik Gani

Dulohupa.idBayi tertukar banyak diterjadi di serial film sinetron, tapi bayi tertukar kenyataannya ternyata terjadi juga di Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP) Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Dari hasil penelusuran Dulohupa.id, kejadian bayi tertukar itu terjadi Senin (9/9/2024) di RSBP Pohuwato setelah kedua orang tua bayi melakukan komplain ke pihak rumah sakit. Disinyalir tertukarnya kedua bayi tersebut diakibatkan oleh tidak adanya fasilitas rumah sakit yang memadai.

Dokter Spesialis Anak, Dr. Dian Ikagustina Tambunan mengaku bahwa, indikasi tertukarnya bayi yang terjadi di RSBP Pohuwato memang benar menurut orang tua bayi. Tapi hal itu tidak bisa dibuktikan secara hukum.

Sebab kata Dr Dian pihaknya yang berada di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (Nicu) merasa pihaknya melakukan tindakan kepada bayi yang baru lahir sudah sesuai SOP.

“Indikasi tertukar, tapi tidak bisa kita buktikan, karena orang tua bayi tidak mau ini diproses secara hukum. Harusnya ini dibuktikan secara hukum. Karena menurut saya kita harus cari kebenaran yang sebenarnya. Saya anggap kita telah melakukan pelayanan sesuai SOP,” ungkap, Dr Dian Tambunan, saat ditemui di ruang Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato, Kamis (12/9/2024).

Dengan adanya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada bayi dan sudah sesuai SOP, Menurut Dian, peristiwa bayi tertukar di ruangan Nicu itu tidak mungkin terjadi, karena semua bayi yang baru lahir diberi tanda berupa dokumen kelahiran bayi seperti cap kaki, dan cap jempol ibu.

Orang tua mengaku bayinya tertukar dengan indikasi dari perbedaan rambut dan berat badan bayi. Tapi menurut Dian hal itu tidak bisa dijadikan indikasi bahwa bayi itu memang tertukar, karena masa perubahan pada bayi yang baru lahir itu cukup besar kemungkinan ada perubahan.

“Kejanggalan orang tua itu dari permasalahan rambut, dan berat badan. Tapi kita juga tidak bisa berargumen apa-apa, karena kita tidak ada alat bukti juga. Dan kalaupun dirasa bayi itu tertukar hanya berdasarkan filling, saya rasa itu tidak bisa. Karena kita juga tidak bisa buktikan itu, karena tidak memadainya fasilitas rumah sakit. Ya udah, saya mengalah, dan kedua orang tua bayi itu saling bertukar bayi di depan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Dengan adanya indikasi tertukarnya bayi di RSBP Pohuwato, Dr Dian mengaku ini akibat tidak adanya fasilitas yang memadai di rumah sakit tersebut. Hal kecil saja yang seharusnya ada di ruangan Nicu ini tidak terpenuhi seperti, gelang bayi, baju bayi, fasilitas cctv, baju steril yang digunakan perawat.

“Jadi kalau tertukarnya bayi ini di mana kita juga tidak tau. Tapi kalau pelayanan yang kami berikan itu sudah sesuai SOP, dan kecil kemungkinan bayi itu tertukar. Sebab kita merawat bayi itu hanya dalam waktu 16 jam, itu standar perawatan bayi yang sehat. Bayi lama di rawat di Nicu itu kalau ada penyakit yang membuat bayi tersebut harus dirawat secara intensif. Setelah itu bayi kita serahkan ke ruangan rawat inap bersama ibunya,” tandasnya.

Reporter: Yayan