Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Efek Pandemi, 577 Siswa SD dan SMP di Kabupaten Gorontalo Putus Sekolah

×

Efek Pandemi, 577 Siswa SD dan SMP di Kabupaten Gorontalo Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak sekolah *Foto diambil sebelum pandemi/FOTO: Ian Morse

Dulohupa.id- Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang mewabah sejak pertengahan 2020, menyebabkan ratusan siswa SD dan SMP di Kabupaten Gorontalo putus sekolah. Jika di rinci, ada setidaknya 577 siswa. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo menjelaskan, bahwa angka itu berdasarkan pendataan pihaknya sepanjang pandemi COVID-19, dengan mendata sedikitnya 483 sekolah. 

“Data kepada kami (Dinas Pendidikan)  itu mulai dari siswa SD yang putus sekolah berjumlah 355, sedangkan SMP sebanyak 222 siswa,” ungkap Zubair kepada Dulohupa.id saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4) pagi. 

Ia pun menjelaskan, kebanyakan penyebab putus sekolah tersebut, adalah faktor ekonomi saat pandemi COVID-19. Sebagian bahkan katanya ada yang telah menikah, meski masih duduk di bangku SMP. 

“Sesuai keterangan yang kami dapatkan di lapangan, alasan siswa-siswi itu untuk membantu ekonomi orang tua mereka, karena sulitnya mendapatkan uang di tengah pandemi saat ini. Dan ada juga yang memilih untuk menikah dini atau muda,” jelas Zubair. 

Zubair juga mengungkapkan, untuk siswa-siswi yang putus sekolah itu, kemungkinan pihaknya akan membantu para siswa untuk melanjutkan pendidikan mereka,  di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau sekolah paket A dan B yang ada di Kabupaten Gorontalo. 

“Kami akan berupaya untuk para siswa-siswi itu agar tetap melanjutkan pembelajaran mereka melalui sekolah paket A dan B. Sehingga para siswa di Kabupaten Gorontalo terus melanjutkan pendidikan mereka, walaupun di era pandemi COVID-19 saat ini,” tandasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou