Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Dua Minggu Operasi Patuh di Kota Gorontalo Tembus 947 Pelanggar

×

Dua Minggu Operasi Patuh di Kota Gorontalo Tembus 947 Pelanggar

Sebarkan artikel ini
Pelanggar Lalu Lintas
Kasatlantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Octalya Saka. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Satuan Lalu Lintas Kota Gorontalo melaporkan jumlah pelanggaran selama operasi Patuh 202025.

Kasatlantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Octalya Saka, selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh tercatat 947 pelanggaran, terdiri dari 187 tilang dan 760 teguran.

Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pengendara roda dua, dengan kesalahan seperti tidak menggunakan helm SNI, menggunakan ponsel saat berkendara, dan melawan arus. Untuk pengendara roda empat, pelanggaran didominasi oleh ketidakpatuhan dalam menggunakan sabuk pengaman. Kelompok usia 21 hingga 25 tahun menjadi pelanggar terbanyak selama operasi.

AKP Octalya menjelaskan bahwa dalam operasi kali ini, pendekatan yang diambil lebih menekankan pada edukasi dibandingkan penegakan hukum yang represif.

“Kami tidak langsung melakukan penilangan. Penegakan hukum adalah langkah terakhir, dan kami lebih memilih memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas,” ujarnya.

AKP Octalya menambahkan bahwa operasi ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami syukuri, karena setelah Operasi Patuh, masyarakat semakin sadar. Terdapat peningkatan dalam pengurusan SIM dan pembayaran pajak kendaraan. Selama operasi, hanya terjadi satu kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka ringan,” kata Kasatlantas Polresta Gorontalo Kota.

Selanjutnya, Terkait pungutan liar, ia menegaskan bahwa semua personel di lapangan telah diarahkan untuk tidak terlibat dalam praktik tersebut.

“Seluruh informasi denda tercantum di belakang blanko tilang. Petugas hanya menyampaikan pasal dan pelanggaran, tanpa menentukan besaran denda secara sepihak,” tegasnya.

AKP Octalya juga mengapresiasi efektivitas sidang di tempat, meskipun ada kendala koordinasi dengan instansi lain. “Sidang di tempat cukup efektif, namun harus disesuaikan dengan jadwal hakim dan instansi terkait. Kami juga memfasilitasi pembayaran pajak kendaraan di lokasi operasi bagi yang belum membayar,” tutupnya.

Kasatlantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Octalya Saka, mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kesadaran pribadi. “Jangan tertib hanya karena ada polisi. Jadilah pelopor keselamatan untuk diri sendiri dan orang lain,” tutup AKP Octalya.

Reporter: Maya