Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

DPRD Sulut Studi Tiru ke Gorontalo Terkait Penanganan Covid-19

Dulohupa.id – Provinsi Gorontalo masuk dalam satu dari lima provinsi terbaik menangani Covid-19 di Indonesia, bersama Yogyakarta, Bangka Belitung, Aceh, dan Sumatera. Predikat itu diberikan Presiden Joko Widodo saat membuka pengarahan kepada para gubernur, dalam rangka percepatan penyerapan APBD 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Dengan begitu, artinya Gorontalo adalah satu-satunya provinsi di Sulawesi yang dinilai berhasil. Tak heran, keberhasilan itu lantas menarik perhatian Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang datang mengunjungi Gorontalo untuk saling berkoordinasi sejauh mana Provinsi Gorontalo mengelola penanganan penyebaran Covid-19.

”Memang jumlah yang positif di Gorontalo lebih sedikit dari kita yang di Sulawesi Utara, walaupun presentasi jumlah penduduknya juga. Sehingga kami berkeinginan datang ke tempat ini untuk berdiskusi, berdiskusi penanganan lalu lintas di perbatasan antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara,” jelas Vonny saat diterima oleh Pemprov Gorontalo di ruang Dulohupa, kantor gubernur, Rabu (22/7/2020).

Menurut Vonny, di Sulut sendiri jika ingin melakukan perjalanan hanya bermodal surat keterangan tanpa rapid. Ia menyatakan salut dengan usaha yang dilakukan oleh Pemprov Gorontalo dengan test rapid yang dilakukan bagi pelaku perjalanan.

”Karena masuk Gorontalo harus pakai surat rapid tes. Ini satu langkah yang baik, untuk menekan angka penyebaran covid-19. Di (daerah) kami, walaupun angkanya sudah lumayan tinggi, kami tidak pakai rapid tes. Hanya surat keterangan dari desa dan kelurahan,” ungkap Vonny

Vonny berharap kunjungan mereka ini bisa membangun komunikasi yang lebih baik lagi dalam rangka fungsi pengawasan selama pandemi Covid-19 yang kini telah memasuki fase adaptasi kehidupan baru.

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Gorontalo, Sukri Botutihe, yang didampingi sejumlah pejabat menjelaskan, sejak awal munculnya corona di Indonesia, Gubernur Gorontalo telah memulai dengan gerakan “Gorontalo Bergerak Cegah Corona” dan juga tiga kali melakukan PSBB.

”Pas satu (orang) positif (Covid-19), kita tracking mereka (kontak eratnya) semua. Kita juga sudah mulai menerapkan PSBB. Gorontalo kita melakukan tiga kali PSBB, dan lalu masuk tatanan kehidupan baru. Pada pelaksanaan PSBB waktu itu, memang pintu perbatasan-perbatasan kita tutup,” kata Sukri menjelaskan.

Sukri juga menguraikan kondisi fasilitas kesehatan yang belum maksimal diawal pandemi Covid membuat Gubernur Gorontalo bersama DPRD Provinsi Gorontalo, memberikan perhatian yang sangat tinggi dengan menggelontorkan anggaran untuk mendukung tim medis.

Saat ini kata Sukri, menghadapi tatanan kehidupan baru, hal yang dilakukan pemerintah dengan memperhatikan orang-orang yang terdampak. Semisal dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang rentan secara ekonomi.

”Contoh, abang bentor terdampak, jadi kita harus memastikan mereka harus mematuhi protokol kesehatan. Jadi antara disiplin dan kehidupan seperti biasa harus sejalan,” jelas Sukri. (ber/ProvG)