Dulohupa.id – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi PKS, Irman Mooduto menyoroti ketersediaan obat-obatan yang ada di Rumah Sakit (RS) Dunda Limboto.
Kata Irman, belum lama ini terdapat pasien yang dirawat di RS Dunda yang saat pasien itu membutuhkan obat tapi tidak tersedia obat tersebut. Sehingga ini yang harus ditindaklanjuti.
“Pak Direktur tidak tahu apa yang terjadi dibawah, itu juga bukan instruksi pak Direktur. Ada banyak yang dialami pasien. Ketika mereka diberikan rese, tidak ada obat yang tersedia,” kata Irman saat dalam rapat paripurna DPRD.
Tak hanya itu, Irman juga mengatakan hal yang sama pernah dialami pasian lain yang saat itu membutuhkan tambahan darah. Namun hal ini juga tidak ada solusi yang diberikan.
“Ada juga pasien lain butuh golongan darah B. Tidak ada solusi yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit,” jelas anggota DPRD fraksi PKS itu.
Sementara, Direktur RS Dunda Limboto Alaludin Lapananda untuk pengadaan obat-obatan tersebut sudah dianggarkan sejak awal tahun, pihaknya merujuk dari kunjungan pasien.
“Kami merujuk pada kunjungan pasien. Ketika kunjungan pasien sudah kami akomodir pengadaan obatnya, tentu ada obat-obatnya yang dipakai terlalu banyak, kami harus carikan solusinya,” kata Alaludin.
Solusi yang kian diadakan oleh pihak Rumah Sakit ketika pasien membutuhkan obat, pihaknya mengarahkan ke apotek Kimia Farma.
“Solusinya, kami adakan kimia farma sebagai apotek pelengkap. Nah, terkait obat yang disebutkan, mohon dijelaskan obat apa dan kekosongannya berapa lama,” ujarnya.
Disamping itu dirinya justru menduga di balik adanya polemik obat-obatan ini ada yang mencoba menghubungkannya. Sebab, kata Alaludin jauh sebelumnya hal ini tidak ada yang terjadi.
“Tiga bulan terakhir itu baik baik saja. Jadi ini ada yang menghubung-hubungkan dan saya pikir ini akan berlanjut lagi,” jelas Alaludin Lapananda.
Reporter: Herman Abdullah












