Dulohupa.id – Tim gabungang Basarnas Gorontalo akhirnya berhasil menemukan dan evakuasi korban hilang di perbukitan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.
Korban bernama Ridwan Subetan (32) itu sempat menolak dievakuasi saat dirinya ditemukan dalam jurang.
Saat ditemukan korban dalam kondisi lemas karena ketakutan, bahkan korban diketahui sempat berusaha melakukan percobaan bunuh diri di tempat korban ditemukan. Beruntung saat itu korban berhasil dibujuk oleh tim SAR gabungan sehingga korban masih dapat diselamatkan.
Danru tim gabungan Basarnas Gorontalo, Syahrula Kumaunang mengatakan, pencarian ini sudah berlangsung 3 hari dengan melibatkan unsur kepolisian, Basarnas Gorontalo, Indonesia Escorting Ambulance, serta keluarga korban. Bahkan proses pencarian korban turut menurunkan 1 ekor anjing pelacak atau K-9 milik Direktorat Samapta Polda Gorontalo. Hingga pada Kamis, 23 November 2023 sekitar pukul 16.30 Wita, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
“Hari ketiga pencarian ini kita bagi kedalam 2 SRU dan sampai jam 11.00 Wita tadi hasilnya memang masih nihil. Tiba-tiba ada info dari masyarakat, yang mana korban berada disebelah bukit Layang. Sehingga kita langsung menuju lokasi itu bersama warga yang memberikan informasi. Sekitar pukul 13.00 itu tim langsung bergeser ke lokasi, naik ke bukit yang agak jauh sekitar 5-6 kilometer perjalanan,” Ujar , Kamis (23/11/2023).
Baca Juga:
Orang Hilang di Perbukitan Siendeng Ditemukan Selamat
Kantor Koperasi di Gorontalo Terbakar, Seluruh Berkas Tagihan Nasabah Ludes
Syahrula mengungkapkan bahwa saat tim gabungan tiba dilokasi, korban enggan untuk bertemu dengan siapapun.
“Makanya kita tadi lepas semua seragam PDL, supaya tidak ada identitas sama sekali dan tidak terjadi drama. Sampai disana 2 orang anggota saya langsung membujuk korban yang posisinya sudah dilereng atau ditebing. Beruntung korban mau mengikuti arahan kita dan langsung kita evakuasi dalam keadaan selamat,” Tutur Syahrula.

Lebih lanjut, Syahrula menuturkan bahwa selama proses evakuasi tim SAR gabungan dihadapkan dengan kendala kondisi jalur yang licin akibat diterjang hujan deras. Akibatnya proses evakuasi tidak dapat menggunakan tanda, hingga akhirnya korban dievakuasi denga cara di gendong.
Tak hanya itu, saat melakukan evakuasi, kondisi perbukitan tiba-tiba ditutupi kabut yang cukup tebal dan membuat jarak pandang terganggu.
Meskipun demikian, dengan kerja keras seluruh tim gabungan Basarnas Gorontalo, korban berhasil dievakuasi dan telah dilarikan ke rumah sakit Bioklinik Gorontalo serta telah didampingi oleh pihak keluarga korban.
“Untuk itu operasi SAR pencarian orang hilang di perbukitan telah ditutup,” pungkas Syahrula.
Reporter: Kris











