Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Dirawat di RS, Begini Kondisi Napi Lapas Gorontalo yang Keracunan Makanan 

×

Dirawat di RS, Begini Kondisi Napi Lapas Gorontalo yang Keracunan Makanan 

Sebarkan artikel ini
Para Napi yang sedang menjalani perawatan di RS/FOTO: Faisal Husuna

Dulohupa.id- Sedikitnya ada 101 warga binaan Lapas Kelas II A Gorontalo menjadi korban keracunan makanan pada Minggu malam, (9/5) kemarin. Dari jumlah tersebut, 49 dilarikan ke RS. Dari pantauan dulohupa.id, kini 11 dari jumlah itu mulai kembali ke lapas, karena kondisinya yang mulai pulih. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Ronald, Koordinator penjaga pasien di Rumah Sakit Aloes Soboe (RSAS) Gorontalo, Seni sore tadi (10/5). 

“Jumlah yang sudah pulang tadi itu, ada 11 orang,” ungkap Ronald siangkat.  

Sisanya, kini menurut Ronald juga akan segera dipulangkan, karena menunjukan kondisi baik. Hal itu senada dengan yang diungkapkan Fanly Hunowu (34), salah satu Napi yang menjadi korban keracunan. 

Meski begitu, ia mengungkapkan, jika awalnya ia merasakan pusing, muntah-muntah hingga sering buang air besar. Namun, setelah ditangani dokter, kini ia hanya tinggal merasakan, sering buang air besar. 

“Alhamdulillah sudah mulai membaik, setelah ditangani dokter, cuman untuk munta-munta sudah ndak ada, kurang buang-buang air besar,” ucapnya.

Sementara Didin Muda (38), juga salah satu pasien mengungkapkan, bahwa kurang lebih lima jam lamanya ia menanggung efek dari keracunan  tersebut. 

“(Kami) makan bubur setelah buka puasa, (lalu merasakan) mual pusing, terus kita rasa lemah sekitar 5 jam,” ujarnya

“Yang kemarin bubur yang kami makan itu, ya, agak bagus, cuman, ndak tau dia faktor apa, penyebab apa sampai, bikin kita muntah disana,” tambahnya.

Terkait menu buka puasa yang dicurigai kuat menjadi penyebab 101 warga binaan lapas, dan lima sipir tersebut keracunan, saat ini masih belum dipastikan. Sebab, Balai POM Gorontalo sementara melakukan pemeriksaan sampel makanan tersebut.

Reporter: Faisal Husuna