Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANKOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Dinkes dan HAKLI Kota Gorontalo Lakukan Supervisi di 3 Lokasi SPPG

×

Dinkes dan HAKLI Kota Gorontalo Lakukan Supervisi di 3 Lokasi SPPG

Sebarkan artikel ini
Dinkes Kota Gorontalo
Dinkes dan HAKLI Kota Gorontalo bekerjasama laksanakan supervisi di tiga lokasi SPPG. Foto/ist

Dulohupa.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gorontalo dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kota Gorontalo bekerjasama laksanakan supervisi di tiga lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Supervisi berlangsung dari tanggal 19 sampai 20 Juni 2025, di SPPG Kecamatan Sipatana, SPPG Kecamatan Kota Selatan dan SPPG Kecamatan Kota Timur.

Kepala Bidang P2PL Dinkes Kota Gorontalo, Harson Ahudulu mengungkapkan bahwa supervisi ini didahului dengan pelaksanaan infeksi lingkungan di tiga lokasi SPPG.

“Nah peran dari HAKLI adalah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam rangka pelatihan atau penyuluhan bagi penjamah makanan, terkait keamanan pangan bagi pelaksana program Badan Gizi Nasional di tiga SPPG tersebut,” ujar Harson melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (21/06/2025).

Lebih lanjut kata Harson, dari pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada para relawan sebagai garda terdepan dalam program MBG ini.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya makanan yang aman bagi siswa yang akan menjadi penerima program makan bergizi gratis,” ucapnya.

“Dari Dinas Kesehatan mengharapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas SPPG di Kota Gorontalo sehingga prodak makanan yang dihasilkan benar-benar bergizi dan aman secara hygiene, sehingga kualitas anak di Kota Gorontalo kesehatannya dapat terjamin,” lanjut Harson.

Sementara, Ketua HAKLI Kota Gorontalo, Yulfan Anggowa menerangkan bahwa pentingnya setiap penjamah makanan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang tata cara pengolahan makanan yang aman.

“Ini dalam rangka meningkatkan capaian program MBG, selain kuantitas dari menu yang diterima (siswa), juga kualitas gizi dan keamanan pangan yang diperoleh bagi siswa penerima makanan bergizi gratis,” tandasnya.

Reporter: Yayan