Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINELINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Dinas LHK dan JICA Bahas Pengelolaan Sampah atasi Krisis Danau Limboto

×

Dinas LHK dan JICA Bahas Pengelolaan Sampah atasi Krisis Danau Limboto

Sebarkan artikel ini
Sampah Danau Limboto
Jajaran Dinas LHK Provinsi Gorontalo saat menerima kunjungan kerja dari JICA (Japan International Cooperation Agency).

Dulohupa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo menerima kunjungan dari JICA (Japan International Cooperation Agency) di kantor DLHK, Senin (25/8/2025). Kunjungan jajaran JICA diterima langsung kepala dinas LHK, Fayzal Lamakaraka, S.STP, MM dan kepala bidang penataan dan peningkatan Kapasitas DLHK, Nasruddin, SKM, MSI.

Kordinasi ini untuk membahas terkait permasalahan Danau Limboto yang disebabkan pengelolaan sampah yang kurang optimal.

Kadis Fayzal menjelaskan, penyelamatan Danau Limboto tidak bisa dilepaskan dari konteks perubahan iklim yang kini menjadi isu global. Oleh karena itu, adanya kerja sama dengan JICA, pihak-pihak terkait berupaya menyusun strategi pemulihan dan pengelolaan danau yang komprehensif.

“Bagaimana mewujudkan sistem pengelolaan danau berkelanjutan, kami pemerintah berkesempatan bekerjasama dengan Jepang. Salah satu langkah konkrit adalah kolaborasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat desa yang berada di pesisir Danau Limboto,” ujar Fayzal.

Lanjutnya, kerja sama ini sudah mulai dilaksanakan bersama Dinas LHK, Forumdas dan lembaga terkait lainnya di bidang lingkungan.

Kadis Fayzal berharap terkait penanganan di Danau Limboto agar dikelola oleh badan otorita danau karena di Gorontalo lembaga tersebut belum ada. Sehingga diharapkan pelaksanaan program Danau Limboto berjalan maksimal.

“Saat ini penanganannya hanya bersifat Parsial, tidak terpadu antara satu sektor dengan sektor lainnya,” ungkapnya.

Sementara kepala bidang penataan dan peningkatan Kapasitas DLHK, Nasruddin menambahkan, pendangkalan Danau Limboto akibat pengelolaan sampah yang tidak maksimal, sehingga menyebabkan kualitas air danau menurun, serta adanya tingkat kesuburan eceng gondok.

Kolaborasi dengan JICA dapat dilakukan beberapa upaya penanganan sampah melalui edukasi kepada masyarakat, terutama memberikan penguatan kapasitas anak sekolah dalam pengelolaan lingkungan.

“Terutama anak-anak atau siswa yang berada di bagian Hulu maupun di wilayah Limboto. Ini akan kita edukasikan kepada para siswa sejak dini serta kepada masyarakat, bagaimana cara mengelola sampah yang benar. Misalnya setiap rumah memilah sampah organik dan anorganik dengan lebih disiplin,” ungkapnya.

Nasruddin menjelaskan, penguatan juga akan diberikan kepada Sekolah Adiwiyata yang menerapkan sistem peduli dan berbudaya lingkungan.

“Dari pihak JICA yang memfasilitasi dana pada program ini dengan bekerjasama dengan lembaga atau instansi di bidang lingkungan,” pungkasnya.

Reporter: Enda