Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PERISTIWA

Diizinkan Satgas Covid-19, 230 Mahasiswa UNIPO Ikut PKKMB Luring

×

Diizinkan Satgas Covid-19, 230 Mahasiswa UNIPO Ikut PKKMB Luring

Sebarkan artikel ini
Hasman Umuri ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Pohuwato/Hendrik Gani
Hasman Umuri ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Pohuwato/Hendrik Gani

Dulohupa.id- Universitas Pohuwato (UNIPO) melakukan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) secara luring atau offline. Langkah tersebut diambil, setelah pihaknya mendapatkan izin dari satgas Covid-19 setempat.

Adapun PKKMB yang diikuti oleh 230 mahasiswa itu, dilakukan di gedung Convention Center UNIPO pada Rabu tadi (11/8/2021).

Ketua panitia penerimaan mahasiswa baru, Hasman Umuri mempertegas, bahwa kegiatan yang dilakukan saat itu, telah mendapatkan izin dari satgas setempat. 

“Berkaitan dengan surat izin rekomendasi dari tim gugus, kami sudah satu minggu kemarin mengajukan permohonan kepada tim gugus, dan itu sudah mendapatkan rekomendasi dari tim gugus, dan sudah memenuhi syarat,” ujar Hasman Umuri.

Ia juga menjelaskan, bahwa izin yang diberikan oleh tim gugus itu memiliki beberapa persyaratan, salah satunya menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan jaga jarak. Dirinya mengaku itu sudah dilakukan.

“Dalam rekomendasi tim gugus itu sampaikan bahwa, untuk pelaksanaan PKKMB dilaksanakan dalam ruangan aula yang kapasitasnya 25 persen isi dari ruangan aula itu sendiri, jadi secara otomatis aula kami yang memang kapasitasnya 1000 orang (itu) diisi oleh 200 orang,” sambung dia.

Lagian ia pun menekankan, bahwa sesuai surat edaran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), pelaksanaan PKKMB itu bisa dilaksanakan secara daring dan luring, namun disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Di edaran Ditjen itukan bisa dilakukan secara daring dan luring tetap melihat kondisi daerah, sehingganya kami mengkolaborasikan antara edaran dari ditjen dan surat izin Gugus Tugas Covid-19, Alhamdulillah kami masih dalam konsisten itu,” tutup dia. 

Reporter: Hendrik Gani