Dulohupa.id – Desa Totopo, Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo merupakan lokasi Pemeliharaan Tahun ke 2, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry yang dilaksanakan secara swakelola oleh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kabupaten Gorontalo bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Bolango.
Monitoring Gabungan lokasi RHL tersebut dihadiri oleh Kepala BPDAS Bone Bolango yang diwakili oleh PPK P2 RHL Agroforestry, Muhammad Bakri Nongko, Kepala KPH Wilayah 6 Kabupaten Gorontalo, Hoerudin, Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Abdul Gasim Paputungan, Kepala Desa Totopo, Iwan Noho serta para petani penggarap.
Muhammad Bakri Nongko beserta tim lainnya yang saat itu meninjau langsung lokasi RHL menyampaikan, ini hamparan P2 RHL Agroforestry dengan jenis tamanam salah satunya jambu mente cukup berhasil, sudah besar dan sudah berbuah.
“Hasil panen biji jambu mente ini diharapkan bisa menambah pendapatan dari masyarakat penggarap yang ada di sini untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Muhammad Bakri Nongko.

Di satu sisi kata Muhammad Bakri Nongko, pihaknya berharap program dan kegiatan RHL Agroforestry, khususnya pada P2 ini bisa memberi manfaat terhadap lingkungan ataupun kehutanan dengan penambahan tutupan lahan, meminimalkan terjadinya erosi dan longsor, meningkatkan produktifitas tanah, konservasi tanah dan air, dan manfaat lainnya. Sehingga fungsi kehidupan di ekosistem kawasan ini bisa meningkat dan tetap terjaga serta berkesinambungan untuk kepentingan generasi kini dan akan datang.
“Kami berharap ini bisa memberi manfaat secara keseluruhan, baik dari masyarakat dan lingkungan,” ujar Muhammad Bakri Nongko.
Sementara, Kepala KPH Wilayah 6 Kabupaten Gorontalo, Hoerudin mengaku akan mendorong serta memfasilitasi dari sisi legalitas kawasan hutan tersebut. Agar pengelolaannya lebih jelas.
“Setelah paska serah terima P2 RHL Agroforestry, kita akan dorong memfasilitasi agar ke depan ada payung hukum yang jelas dalam rangka pengelolaannya. Sebab ini menjadi kewajiban kita,” kata Hoerudin.

Hal yang sama juga disampaikan Abdul Gasim Paputungan selaku perwakilan Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo terkait kegiatan yang kerap dilaksanakan secara kolaborasi antar BPDAS Bone Bolango dengan Dinas LHK beserta jajaran, Pemerintah Desa dan masyarakat. Pihaknya akan Bersama-sama mendorong untuk wilayah hutan tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kawasan Hutan yang ada di daerah tersebut, khusus di Desa Totopo.
“Saya sangat mendukung program BPDAS ini. Tahun lalu saya datang ke sini melihat langsung tanaman, waktu itu masih kecil, tetapi sekarang bisa kita lihat sudah besar dan berbuah tentu itu kami harapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada disini khususnya,” terang Abdul Gasim Paputungan selaku perwakilan Dinas LHK Provinsi Gorontalo.
Kepala Desa Totopo, Iwan Noho pun turut mengapresiasi program RHL yang kerap dilaksanakan oleh BPDAS Bone Bolango. Ia mengatakan, banyak kemudian manfaat yang bisa diterima oleh masyarakatnya dan untuk hutan tersebut.
“Manfaatnya itu sisi kelestarian hutan. Dengan adanya tanaman yang ada di sini sudah bisa mengurangi esosi yang ada,” ucap Kepala Desa Totopo, Iwan Noho.
Petani penggarap yang ada di wilayah itu pun turut memberikan tanggapanya. Menurut Burhan Keli, bila masih ada lahan yang cukup diantara pohon jambu mente dirinya berkeinginan menanam tanaman jangka pendek seperti jagung.
“Manfaat saat ini kami sudah menanam jambu mente dan durian. Cuman kalau masih ada lahan yang tersedia lagi saya mau tanam jagung, sehingga bisa mendapatkan pendapatan berlipat selain dari tanaman jangka pendek seperti jagung juga dari buah tanaman jangka panjang” ucap Burhan.
Senada dengan itu Burhan, Tahir yang juga merupakan penggarap lahan tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPDAS Bone Bolango sudah membuka program RHL tersebut yang didukung para pihak terkait.
“Dengan adanya program RHL ini kami di sini, khususnya saya mendapatkan pekerjaan dan bisa menerima upah dari pekerjaan itu dan juga sudah mulai menikmati dari hasil buah tanaman RHL. Terima kasih BPDAS,” terang Tahir.
Reporter: Herman Abdullah











