Dulohupa.id – Suasana demonstrasi yang melibatkan gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kota Gorontalo di Markas Polda Gorontalo berlangsung memanas, Rabu (14/10/2026).
Massa yang berupaya menerobos masuk ke dalam halaman Polda Gorontalo terlibat aksi saling dorong secara sengit dengan petugas kepolisian yang berjaga di pintu masuk.
Kericuhan bermula saat kerumunan massa bergerak maju dan mencoba menembus barikade pengamanan kepolisian. Petugas yang bersiaga di lokasi berusaha keras menahan gelombang massa agar tidak masuk ke area vital Mapolda.
Di tengah situasi yang kian memanas, Kapolres Gorontalo yang berada di lokasi langsung turun tangan menenangkan anggotanya demi mengantisipasi adanya gesekan fisik yang lebih besar atau tindakan provokatif.
Aksi saling dorong tersebut juga berdampak pada keselamatan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang berada di barisan paling depan massa aksi. Akibat terhimpit di tengah desakan kerumunan, sejumlah peserta aksi langsung membawa sang Wali Kota ke titik yang lebih aman untuk menghindari cedera.
Meski sempat diwarnai ketegangan dan dorong-mendorong, situasi berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian tanpa menimbulkan bentrokan anarkis.
Aksi massa tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Unjuk rasa digelar sebagai bentuk protes atas dugaan kriminalisasi terhadap Wali Kota Gorontalo dalam penanganan kasus pembongkaran eks rumah dinas/jawatan yang diduga sebagai bangunan cagar budaya.
Reporter: Pino











