Dulohupa.id – Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan bagi SMA, SMK, maupun SLB mengalami kenaikan. Sejalan dengan hal tersebut, Adnan Entengo, Aleg Komisi IV Deprov Gorontalo berharap dari segi pembangunan fisik dan fasilitas pendidikan di Gorontalo bisa lebih maksimal.
Menurut Adnan, dari kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo di beberapa sekolah, pembangunan infrastruktur masih mengalami kendala akibat minimnya anggaran DAK. Yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar.
“Untuk tahun 2022 ada kenaikan DAK, oleh karena itu ke depan penggunaan anggaran itu tidak ada masalah. Karena beberapa temuan kami ada beberapa kegiatan yang menghambat proses pembelajaran akibat pembangunan yang terputus,” kata Adnan.
Aleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menjelaskan, pembangunan fisik di sekolah sangat erat kaitannya dalam mendukung mutu pendiidikan. Untuk itu, ia tegaskan agar Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo bisa mengantisipasi agar tidak terjadi persoalan serupa.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin A Katili menegaskan dengan bertambahnya DAK, pihaknya akan lebih memaksimalkan penggunaan anggaran.
“Apalagi tahun lalu ada salah satu paket yang putus kontrak, namun tahun ini kita akan memulai mengantisipasi kekurangan di tahun sebelumnya,” ungkap Wahyudin.
Wahyudin mengakui dengan kemajuan DAK tahun ini, lantaran kesiapan dan persiapan Dinas Dikbudpora telah direncanakan lebih maksimal. Termasuk memperhatikan SDM di bagian operator Dapodik.
“Sehingga pada saat Cut Off Dapodik untuk pengusulan tahun 2022 lebih banyak yang terkakomodir sesuai dengan persyaratan yang diisyaratkan oleh Kementerian Pendidikan. Kita berharap DAK tahun ini akan cepat terlaksana,” tandasnya. (Adv)
Reporter: aan












