Dulohupa.id – Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga menceritakan sebelumnya dipandang remeh saat mengikuti pesta demokrasi Pemilu 2024.
Syarif mengaku dijatuhkan oleh orang-orang dengan menyebut bukan kelas bersaing.
“Dipandang remeh dan disebut-sebut bukan kelas mereka,’ ujarnya saat konferensi pers yang digelar, Jumat (16/2/2024) di kediamannya.
Syarif Mbuinga justru mengucapkan terima kasih atas perkataan negatif dan dijadikan hikmah positif serta motivasi.
“Terimakasih, Ya, sekarang pasisa so ada,” ujarnya sambil tersenyum,
Bahkan banyak yang berkata bahwa langkah Syarif Mbuinga menuju ke senayan hanya akan terhenti sampai di Paguat. Syarif dinilai tidak akan mendapatkan suara di Kabupaten Baolemo, Gorontalo, Kota Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara.
“Saya itu dianggap sinyal, dari ujung Popayato Barat sampai ujung Paguat perbatasan, sinyal saya itu full. Tapi ketika masuk Mananggu Boalemo sinyal tinggal satu udah itu mati-mati lagi. Jadi bagaimana saya bisa sampai ke Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Bone Bolango dan sebagainya. Tetap saya ucapkan terimakasih kepada orang yang mengucapkan itu,” kata dia.
Namun dengan casca pemungutan suara, Syarif berhasil berada di posisi kedua dalam pemilihan calon anggota DPD RI. Hasil itu berdasarkan hasil hitung cepat yang dikumpulkan oleh timnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, dan juga dipadukan dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah.
Hingga Jum’at (16/2/2024) hasil perhitungan sementara real count, Syarif Mbuinga berhasil meraih suara di posisi kedua, yaitu 77.451 suara. Sementara peringkat tertinggi masih dipegang Fadel Muhammad. Gubernur Gorontalo 2 periode ini berhasil mengoleksi lebih dari 206.848 suara.
“Dari data-data yang ada tersebut dan kami kompilasi, tabulasi dengan data yang ada di kami. Maka dapat kami sampaikan dan pastikan. Saya sebagai calon anggota DPD RI, saya ingin menyampaikan rasa sukur saya kepada Allah SWT, terimakasih kepada teman-teman, keluarga khususnya, dan seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo,” ucap Syarif Mbuinga
Meski begitu Syarif Mbuinga tetap masih menunggu keputusan dari lembaga resmi yang dipercayakan oleh undang-undang yakni, Komisi Pemilhan Umum (KPU) untuk seluruh jumlah perolehan suara.
Reporter: Hendrik Gani











