Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Cap Tikus Dijadikan Bahan Hand Sanitizer

Dulohupa.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo berinovasi dengan menyulap sebanyak 400 liter minuman keras jenis cap tikus (CT) menjadi hand sanitizer. Hal ini dikarenakan kelangkaan cairan pembersih tangan terkait pandemi virus Corona atau Covid-19.

Hal ini seperti yang disampaikan Kepala BPOM Gorontalo Yudi Novianto dalam konferensi pers bersama Gubernur Gorontalo di Aula Rumah Jabatan Gubernur, pada Jum’at (03-04-2020) yang mengatakan, dalam beberapa hari ini pihaknya telah memproduksi 400 liter cap tikus menjadi 80 liter alkohol.

“Jadi 20 persennya menjadi alkohol, karena tidak semuanya bisa ditarik menjadi alkohol, ada yang masih tertinggal,” terangnya.

Lebih lanjut dimatakan oleh Yudi, Hand sanitizer dibuat melalui proses destilasi atau dipanaskan, dengan suhu 70 derajat celcius, kemudian melalui proses destilasi menghasilkan uap, yang selanjutnya di dinginkan dan menghasilkan cairan dengan kandungan alkohol 77 persen.

“Bedanya balai POM dengan laboratorium lain adalah kami punya kemampuan untuk mengukur kadar yang dihasilkan berapa. Jadi kami mampu menyuling, memurnikan dan mengukur kadar alkohol yang dikandungnya,” tambahnya.

Yudi mencontohkan dari 100 liter cap tikus bisa menghasilkan 20 liter alkohol, dengan kadar 77 persen alkohol didalamnya.

“Ini sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO),” tandasnya.

Langkah yang diambil oleh BPOM Gorontalo di apresiasi oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, yang dalam waktu dekat akan memanfaatkan 1800 liter cap tikus hasil sitaan operasi gabungan yang dilakukan baru-baru ini.

“Ini akan kita bicarakan dengan Kapolda dan Kejaksaan tinggi untuk dihapuskan sebagai barang bukti, dan setelah dihapuskan sebagai barang bukti baru kita bicarakan lagi dengan BPOM. Karena ini barang bukti ada prosesnya, tidak sembarangan. Ada berita acaranya dan lain-lain,” pungkasnya. (Adv/Ded)