Bone Bolango – Kualitas suplai menjadi prioritas utama BUMDes Onato, Desa Alo Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango dalam memenuhi kontrak logistik dengan PT Gorontalo Minerals (GM).
Dalam urusan komoditas ikan, BUMDes secara cerdas menyerahkan tugas penyortiran (sorting) dan penjaminan kualitas kepada pengepul atau penampung. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi efisiensi dan kepatuhan terhadap standar industri.
Perusahaan sekelas PT GM tentu memiliki standar kualitas yang ketat, terutama untuk bahan makanan yang disajikan kepada karyawan. Ikan yang disuplai harus dalam kondisi prima dan segar.
Memastikan kualitas ini secara konsisten membutuhkan proses quality control yang terstruktur, yang mana sulit untuk diterapkan oleh BUMDes jika harus menyortir langsung di lokasi nelayan.
Di lokasi penampungan ikan milik mitra BUMDes di Kecamatan Bone Raya, proses penyortiran sudah terstandar. Di sana, ikan yang masuk sudah dipilah-pilah. Pengepul mampu memisahkan kualitas bagus yang sekiranya masih segera dan sesuai dengan permintaan perusahaan dari jenis ikan lain. Proses ini menjamin BUMDes hanya mengambil produk yang siap didistribusikan.
Ketua BUMDes Onato, Ranto, menjelaskan bahwa tidak mungkin BUMDes menyortir ikan langsung di nelayan. Kondisi di lokasi pendaratan ikan, terutama dari aspek fasilitas dan waktu yang cepat, tidak memungkinkan untuk melakukan sortir yang detail dan higienis sesuai standar industri.
Keterbatasan sumber daya manusia di BUMDes juga menjadi pertimbangan penting dalam hal ini. Penggunaan pengepul juga menjadi bagian dari manajemen risiko BUMDes. Dengan mengambil dari penampung, BUMDes mengurangi risiko mendapatkan produk yang tidak sesuai spesifikasi atau yang tidak tersedia secara mendadak. Pengepul memiliki stok yang lebih terjamin dan kapasitas untuk mengantisipasi lonjakan permintaan harian dari perusahaan.
Konsistensi dalam kualitas suplai adalah kunci keberlanjutan kontrak dengan PT GM. Dengan menjamin bahwa ikan yang disuplai selalu sesuai permintaan, BUMDes Onato mampu mempertahankan kepercayaan perusahaan. Kepercayaan ini adalah aset terbesar BUMDes, yang akhirnya memungkinkan mereka mencatat total keuntungan hingga Rp 80 juta per tahun dan menyetor PAD Rp 20 juta ke Desa Alo.
Aspek kualitas ini juga erat kaitannya dengan masalah cash flow. Pengepul, yang bersedia menalangi pembayaran hingga satu bulan, juga merupakan pihak yang paling berkepentingan dalam menjaga kualitas, karena mereka tahu bahwa BUMDes hanya akan mengambil ikan terbaik. Ini menciptakan mekanisme saling kontrol yang efektif dalam rantai pasok.
Ke depan, BUMDes Onato mungkin memiliki visi untuk meningkatkan kapasitas mereka agar dapat membeli dan menyortir langsung dari nelayan, jika modal kelola mereka sudah jauh lebih besar. Namun, saat ini, strategi bermitra dengan pengepul untuk menjamin kualitas adalah langkah paling realistis dan profesional yang menjamin operasional BUMDes tetap berjalan optimal dan menguntungkan.
Didi Atmoko selaku Manager Eksternal PT Gorontalo Minerals menegaskan pentingnya kualitas.
“Kami membutuhkan konsistensi dan standar higienis. Keputusan BUMDes bekerja sama dengan pengepul untuk penyortiran menunjukkan mereka memprioritaskan kualitas. Ini adalah bagian dari dampak positif GM, mendorong rantai pasok lokal untuk beroperasi dengan standar industri, sehingga produk masyarakat Bone Bolango mampu bersaing dan terserap pasar korporasi.” Pungkasnya.











