Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Boalemo Dapat Alokasi Dana Rp179 M dari Pemprov Gorontalo

72
×

Boalemo Dapat Alokasi Dana Rp179 M dari Pemprov Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, memberi sambutan para rapat rakorev bersama Pemkab Boalemo, Rabu (22/1/2020).(Humas Pemprov Gorontalo)

Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mengalokasikan anggaran Rp179 miliar untuk Kabupaten Boalemo. Anggaran tersebut dikucurkan dalam rangka menopang pembangunan di Boalemo.

Alokasi anggaran yang dikucurkan Pemprov Gorontalo itu bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), senilai Rp141,8 miliar. Kemudian bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo senilai Rp37,9 miliar.

Besaran anggaran yang dikucurkan Pemprov Gorontalo tersebut dikemukakan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) antara Pemprov Gorontalo dengan Pemkab Boalemo di Aula Kantor Bupati, Rabu (22/1/2020).

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, mengatakan rakorev sangat penting untuk mensinergikan program dengan pemerintah daerah. Harapannya tidak terjadi tumpang tindih program serta bisa benar-benar tepat sasaran.

“Koordinasi dan sinkronisasi penting agar program berjalan maksimal. Jangan sampai pemerintah pusat menganggarkan apa tapi tidak dibutuhkan tidak didukung oleh pemerintah provinsi atau kabupaten/kota,” jelas Rusli Habibie.

Pada forum tersebut, ada beberapa hal yang ditekankan Rusli Habibie. Di antaranya larangan perusakan lingkungan untuk lahan pertanian. Pemprov Gorontalo akan bersikap tegas bagi petani jagung yang masih memanfaatkan area perbukitan dengan kemiringan di atas 15 persen.

“Jadi mohon maaf Pak Bupati, tahun ini kita harus tegas. CPCL (Calon Penerima Calon Lahan) yang diajukan kepada kami setelah dilihat kemiringannya di atas 15 persen maka mohon maaf kami tidak akan berikan benih jagung gratis. Kami tidak ingin meninggalkan bencana bagi anak cucu kita,” tegasnya.

Sebagai gantinya, Pemrov Gorontalo siap mengganti tanaman jagung di area perbukitan dengan tanaman lain seperti mangga, jambu mente dan pohon jabon. Pemerintah siap memberikan benih secara gratis.(adv)