Scroll Untuk Lanjut Membaca
HajiHEADLINEKOTA GORONTALO

BKK Gorontalo Pastikan Jemaah Calon Haji Kloter 28 Layak Diberangkatkan

×

BKK Gorontalo Pastikan Jemaah Calon Haji Kloter 28 Layak Diberangkatkan

Sebarkan artikel ini
Pemeriksaan Jemaah Haji
Jemaah Calon Haji asal Kota Gorontalo jalani Pemeriksaan Kesehatan di Asrama Haji. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) kelas 1 Provinsi Gorontalo lakukan pemeriksaan kesehatan tahap akhir bagi jemaah calon haji. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 393 jamaah kloter 28 asal Kota Gorontalo dipastikan layak terbang atau diberangkatkan untuk ibadah haji 2025.

BKK kelas 1 Provinsi Gorontalo merupakan salah satu panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) yang berwenang dalam pemeriksaan kesehatan dan menetukan kelayakan jamaah sebelum diberangkatkan. Sebelumnya jemaah calon haji pun telah menjalani pemeriksaan kesehatan atai istitoha kesehatan di wilayah Kabupaten/Kota masing masing.

Kepala BKK Provinsi Gorontalo, Suprapto mengatakan BKK kini bertugas melakukan pemeriksaan kembali terhadap kesehatan jamaah yang sudah ditentukan dinas kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi dan melihat kondisi jamaah sebelum dinyatakan layak untuk menjalankan ibadah haji.

“Seluruhnya yang berkaitan dengan kesehatan kita periksa, barangkali ada penyakit menular atau kronis, dan itu tidak bisa berangkat dan harus ditunda. Jadi kami di bidang kesehatan itu ada sekitar 85 personil yang terdiri dari BKK, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dari Rumah Sakit Aloe Saboe dan juga dari Puskesmas,” Ungkap Suprapto.

Lebih lanjut, Suprapto mengungkapkan jika ditemukan jemaah yang terpapar penyakit menular atau berbahaya maka BKK akan memberikan rekomendasi kepada Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo untuk penundaan keberangkatan jamaah. Pemeriksaan kesehatan ini dinilai penting dan menjadi penentuan akhir atas kelayakan jamaah yang akan diberangkatkan.

Beruntung selama pemeriksaan, BKK Provinsi Gorontalo menegaskan seluruhnya berjalan lancar dan aman. Dimana jamaah kloter 28 asal Kota Gorontalo ini dinyatakan layak terbang dan siap diberangkatkan untuk menjalani ibadah haji.

“Kita tahu bahwa kesehatan itu sangat penting, jangan sampai kita memberangkatkan jamaah yang secara kesehatan tidak layak karena akan memberatkan jamaah itu sendiri, petugas maupun orang lain. Kemudian yang penting lagi penyakit gangguan mental, bagaimana kalau kita memberangkatkan orang yang punya mental tidak terkontrol, artinya itu akan membahayakan dan mengganggu jalannya ibadah haji” Ujar Suprapto.

Tim Liputan Dulohupa