Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Berdirinya Pabrik Bangunan Salah Satu Bukti Kemajuan Ekonomi Provinsi Gorontalo

Dulohupa.id – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idris Rahim apresiasi berdirinya pabrik bahan bangunan milik perusahaan Tulus Group. Menurutnya, adanya pabrik ini bisa mendorong peningkatan investasi di daerah setempat.

Pabrik yang berdiri Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo itu, memproduksi paving block dalam dua jenis ukuran yaitu yang ketebalan enam centimeter dan delapan centimeter. Kapasitas produksi paving block perharinya mencapai 16.800 buah yang disuplai untuk memenuhi permintaan sejumlah pengembang perumahan maupun masyarakat umum. Selain itu Tulus Grup juga memproduksi kusen, pintu, dan jendela, dengan bahan baku kayu.

“Pemprov Gorontalo terus mendorong peningkatan investasi sebagai upaya untuk mempercepat kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Idris saat meninjau pabrik tersebut, Kamis (12/3).

Realisasi investasi Provinsi Gorontalo pada tahun 2019 mencapai Rp8,3 triliun. Capaian itu meningkat sebesar 11,6 persen dibanding nilai investasi pada tahun 2018 sebesar Rp7,4 triliun. Investasi tersebut disumbang oleh lima sektor usaha yaitu sektor jasa sebesar Rp1,9 triliun, air dan gas Rp1,6 triliun, pertambangan Rp1,5 triliun, perdagangan dan reparasi Rp1,2 triliun, serta sektor industri sebesar Rp567 miliar.

Sementara itu, Komisaris Perusahaan Tulus Grup, Arifin Djakani menyampaikan, sejak tahun 2019 pabrik itu sudah memproduksi paving block dan bata. Pendirian pabrik ini bertujuan untuk menunjang pembangunan di Provinsi Gorontalo khususnya untuk pengembangan infrastruktur pada kawasan perumahan maupun pemukiman.

“Khusus untuk bahan baku kayu ini banyak kita pasok dari wilayah Sulawesi Tengah. Kayu yang kita gunakan semuanya memiliki dokumen, jika tidak ada dokumennya pasti kita tolak,” imbuhnya.

Untuk pengembangan perusahaan ke depan, Arifin menjelaskan, pihaknya juga akan memproduksi rangka baja, bata ringan, dan seng. Hal ini dimaksudkan untuk memperpendek jalur distribusi dari Surabaya, sehingga harga bahan bangunan tersebut akan lebih murah. (adv)