Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Berbuat Baik di Tengah Pandemi Bisa dengan Patuh 3M

×

Berbuat Baik di Tengah Pandemi Bisa dengan Patuh 3M

Sebarkan artikel ini
INFOGRFIS- CORONA by tim Creativ Dulohupa

DULOHUPA.ID- Perbuatan baik di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini tidak harus muluk-muluk, cukup dengan mengerjakan aktivitas Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak (3M). Sebab dengan begitu, artinya kita telah berbuat baik dengan tidak menulari virus SAR-COV-2 yang menyebabkan COVID-19 kepada orang lain.

Seorang relawan pencegahan COVID-19,  Aulia Giffarinnisa menyampaikan bahwa dengan bersama-sama melakukan 3M, maka artinya telah  membantu tenaga kesehatan seperti dirinya untuk kembali ke kehidupan normalnya. Selain itu, ia pun berharap vaksin cepat diistribusi, agar masyarakat akan dipastikan kebal dari virus tersebut.

“Saat ini setahu saya vaksin sudah dalam uji klinik fase III, kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengizinkan, saya ingin vaksin lebih cepat didistribusikan,” ujar dr. Aulia, pada acara Dialog Produktif menyambut Hari Sukarelawan Internasional, yang bertema “Berbakti untuk Kemanusiaan Tanpa Pamrih”, Jumat (4/12/2020). Dialog ini diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Relawan atau sukarelawan adalah mereka yang melakukan sesuatu dengan sukarela tanpa ada kewajiban atau pemaksaan serta mengharapkan imbalan atau penghargaan. Para relawan bertindak karena bersimpati demi meringankan masalah sosial di sekitarnya.

Di masa pandemi COVID-19, relawan turut berperan, tidak hanya relawan di bidang kesehatan, tapi juga relawan yang bergerak di bidang ekonomi dan sosial, perannya penting dalam membantu meringankan kesulitan, mengingat pandemi telah berdampak ke segala sendi kehidupan masyarakat.

Pada bulan April 2020, terbersit keinginan dr. Aulia untuk terjun langsung membantu sesama rekan tenaga kesehatan yang berjuang menangani pasien COVID-19.

“Keputusan jadi relawan itu sudah ada sejak April. Saya sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah di Sulawesi Selatan. Hati saya ingin berkontribusi dan tidak bisa hanya diam di rumah saja. Akhirnya pada Agustus orang tua merestui keinginan saya, setelah sejak April saya meminta restu. Saya mulai bertugas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet bulan September,” katanya.

Tentunya menangani pasien COVID-19 bukan hal mudah, tenaga kesehatan seperti dr. Aulia harus terus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama 8 jam.

Apalagi dr. Aulia bertugas di HCU (High Care Unit) yang merawat pasien COVID-19 dengan kondisi memerlukan perhatian khusus. Bekerja dalam pengap dan menahan haus dan lapar sudah jadi risiko pekerjaan.

“Kami bekerja bergiliran selama delapan jam. Biasanya dari pukul enam pagi sampai jam dua siang. Tapi karena memakai APD kita mulai persiapan dari jam 5 pagi, dan harus puasa selama delapan jam itu, karena kita tidak melepaskan APD bahkan untuk ke toilet. Kalau kita minum pasti ingin ke toilet,” katanya.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Mega