Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
GORONTALOHEADLINE

Basarnas Gorontalo Gelar Simulasi Penanganan Korban Bangunan Runtuh

×

Basarnas Gorontalo Gelar Simulasi Penanganan Korban Bangunan Runtuh

Sebarkan artikel ini
Basarnas Simulasi
Suasana simulasi pemasangan posko dalam penanganan korban di bangunan runtuh. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Dalam rangka meningkatkan kesigapan personil, Basarnas Gorontalo menggelar simulasi penanganan dan evakuasi korban di bangunan runtuh.

Simulasi tersebut dilaksanakan sebagaimana layaknya terjadi sebuah musibah gempa bumi yang mengakibatkan adanya gedung atau bangunan yang runtuh. Dimana simulasi tersebut dilaksanakan mulai dari awal penerimaan laporan kejadian, persiapan personil dan juga peralatan kendaraan hingga pergerakan dan proses evakuasi korban di bangunan runtuh. Simulasi dilaksanakan pada Kamis, 02 November 2023 sekitar pukul 16.25 hingga pukul 12.00.

“jadi kami simulasikan semua mendekati realnya, jadi sampai dilapangan apa yang harus dilakukan personil, termasuk juga berkoordinasi dengan instansi dan potensi yang ada dilokasi serta mengkoordinasikan kebutuhan yang mungkin bisa dibantu oleh potensi setempat,” Jelas Kepala seksi oprasi kantor Basarnas Gorontalo, Ida Bagus Nyoman Ngurah Asrama.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa dalam simulasi maupun pelaksanaan evakuasi korban di bangunan runtuh, tim rescue menggunakan peralatan Ekstrikasi atau peralatan khusus yang digunakan untuk pembobolan beton, dan material bangunan lainnya. Sementara itu, Ida Bagus mengungkapkan bahwa dalam penanganan korban di bangunan runtuh membutuhkan waktu yang beravariasi tergantung medan dan korbannya.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesigapan dan propesionalitas personil dalam menghadapi kejadian tersebut, Basarnas Gorontalo kemudian melakukan pelatihan dan simulasi dalam penanganan dan evakuasi korban di bangunan runtuh. Setidaknya ada sebanyak 22 personil Basarnas Gorontalo yang ikut serta dalam simulasi tersebut, mulai dari pihak manajemen serta rescuer kantor Basarnas Gorontalo.

“Simulasi ini tujuan untuk membentuk atau menyiapkan tim kami ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, terutama kejadian di bawah bangunan runtuh. Biasanya kendala yang kita hadapi dalam oprasi di bangunan runtuh adalah jenis bangunan atau runtuhannya, seperti betonnya seperti apa, tembok yang kami bobol terus lokasinya dan posisi korban apakah terhimpit atau dalam Gedung tentu akan menyulitkan dan menjadi tantangan bagi kami,” Ungkap Ida Bagus.

Dirinya juga mengimbau agar masyarakat dapat segera menghubungi pihak basarnar Gorontalo jika terjadi peristiwa bangunan runtuh atau adanya korban melalui call center 115 atau kontak personil Basarnas Gorontalo.

Reporter: Kris