Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Basarnas Gorontalo Catat Laksanakan 24 Operasi SAR Selama 2023

54
×

Basarnas Gorontalo Catat Laksanakan 24 Operasi SAR Selama 2023

Sebarkan artikel ini
Operasi Basarnas Gorontalo
Kepala kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto bersama Kasi Ops Basarnas Gorontalo, Ida Bagus Nyoman Ngurah Asrama. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Sepanjang tahun 2023, Basarnas Gorontalo mencatat telah melaksanakan 24 operasi Search and Rescue (SAR) di Provinsi Gorontalo.

Kepala kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto mengungkapkan operasi SAR yang dilakukan didominasi oleh peristiwa yang termasuk dalam kategori kondisi membahayakan nyawa manusia, seperti orang hilang dan tenggelam serta tertimbun longsor.

“Jadi yang kami tangani kebanyakan kondisi yang membahayakan nyawa manusia yaitu orang tenggelam, orang hilang di gunung, dan juga orang tertimbun tanah longsor seperti kemarin yang terjadi di tambang-tambang rakyat,” Ujar Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto.

Setidaknya ada sebanyak 16 Oprasi SAR kondisi membahayakan manusia dengan jumlah total korban sebanyak 14 orang. Dimana 10 diantaranya meninggal dunia, 3 orang hilang dan 1 orang sakit. Sementara untuk operasi SAR kecelakaan kapal sebanyak 6 operasi dengan total korban sebanyak 93 orang, yakni sebanyak 91 orang dalam kondisi sakit, 1 orang meninggal dunia dan 1 orang hilang.

Baca Juga: Basarnas Gorontalo Siagakan 90 Personel dalam Perayaan Nataru

Selain itu, Basarnas Gorontalo juga telah melakukan 2 operasi SAR terhadap bencana alam yang menimbulkan 8 orang korban. Dengan rincian 2 orang meninggal dunia dan 6 orang kondisi sakit. Sedangkan untuk oprasi untuk kecelakaan pesawat di Gorontalo sampai saat ini masih nihil.

Heriyanto juga mengungkapkan bahwa selama melakukan oprasi SAR, tim Basarnas Gorontalo paling lama melakukan oprasi selama 7 hari dengan kondisi korban tidak ditemukan, yakni saat melakukan orpasi pencarian orang hilang di area perbukitan wisata bukit arang, Kecamatan Bulothalangi Timur, Kabupaten Bone Bolango.

“Kalau oprasi yang cukup sulit dan medan yang sulit yaitu saat penanganan korban penambang emas yang tertimbun. Kondisi itu memang medannya cukup ekstrem dan harus berhati-hati untuk mengeluarkan korban. Rata-rata dalam melaksanakan oprasi SAR yang kerap menjadi kendala ada persoalan medan,” Tutur Heriyanto.

Reporter: Kris
banner