Dulohupa.id – Hingga kini, ketinggian air yang merendam permukiman warga di Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo capai 1,5 meter.
Hal ini diungkapkan Babinsa Kelurahan Lekobalo, Serda Abdul Asri bahwa ketinggian air hingga saat ini diperkirakan capai 40 sampai 150 centimeter.
Air yang merendam pemukiman setidaknya menyebabkan 1.297 jiwa terdampak bencana banjir di Kelurahan Lekobalo.
“Masyarakat yang terdampak sekitar 249 KK, 1.297 jiwa,” ujar Serda Abdul pada Senin (15/07/2024) sore.
Menurutnya, warga yang terdampak sementara melakukan pengungsian di rumah-rumah warga sekitar yang rumahnya tidak terendam air luapan danau Limboto.
Sementara itu, sebanyak 233 KK atau 1.230 jiwa yang mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman warga Kelurahan Lekobalo.
Kata Babinsa Lekobalo, bahwa proses evakuasi terhadap korban banjir menggunakan perahu karet. Namun yang menjadi kendala dalam melakukan evaluasi terhadap korban yakni sempitnya jalan yang harus dilalui perahu karet akibat lorong-lorong antar rumah warga.
“Kami juga minta bantuan kepada masyarakat untuk meminjam perahu-perahu kecil, agar bisa dipakai evakuasi,” ucap Serda Abdul.
Banjir yang terjadi di sebabkan air anak sungai di hulu masuk ke danau Limboto, mengakibatkan air danau meluap dan menggenangi rumah masyarakat.
“Hari ini, telah datang bantuan perahu LCR satu unit dari Tepbek Xlll Gorontalo untuk di gunakan masyarakat yang terkena dampak banjir di Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo,” tutupnya.
Reporter: Yayan












