Dulohupa.id – Mengantisipasi bahaya virus Penyakit Mulut dan Kuku yang menimpa pada ternak berkuku belah, seperti sapi, kambing, kerbau, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato belum menerima pasokan sapi dari Jawa Timur, Kamis (23/6/2022).
Menurut dokter hewan Dinas Pertanian, Dr. Yani Susilo, penyakit PMK itu dapat merugikan para peternak sapi, dan saat ini kata dia penyebaran virus PMK sendiri di Kabupaten Pohuwato, bahkan di wilayah Indonesia Timur belum ada sapi yang terdampak penyakit serupa.
“Kita perketat jalur perbatasan, saat ini kita belum menerima pasokan sapi dari Jawa Timur, sebab kita ketahui bersama virus PMK itu telah menyebar luas di daerah itu, untuk saat ini Indonesia Timur belum ada penyakit itu,”ungkap, Yani Susilo.
Saat ini juga yang dilakukan untuk mencegah masuknya virus PMK di Pohuwato, dengan cara lalu lintas ternak, dan setiap ternak yang masuk di wilayah yang belum terdampak wajib mengikuti karantina selama 14 hari
“Pencegahan saat ini yaitu lalu lintas ternak, ternak belum bisa masuk di wilayah yang belum terdampak, karena belum ada izin, dan sapi yang masuk di Pohuwato, Gorontalo, dan Sulawesi, wajib mengikuti karantina selama 14 hari,”sambungnya
Dirinya juga menyampaikan, penyebaran penyakit PMK tidak menyebar ke manusia, tapi kata dia, hal itu berdampak pada kerugian peternak, yang menyebabkan harga sapi menurun drastis.
“Penyakit ini tidak menular ke manusia, tapi penyakit ini berdampak pada peternak, seperti sapi yang harganya Rp. 30 juta, hanya ditawar dengan harga dibawah dari itu,”tandasnya
Saat ini pihaknya juga telah mengadakan Komunikasi Edukasi dan Informasi (KEI), dan yang terpenting menurutnya untuk mencegah penyakit PMK ini, selalu menjaga kesehatan ternak.
“Kita mengadakan KEI, jadi kita sering turun langsung kelapangan, yang terpenting selalu menjaga kesehatan ternak, terus kita juga mengadakan pelayanan,”ungkapnya.
Tak lupa juga, dirinya mengaku, menjelang lebaran Idul Adha di setiap tempat pemotongan, dirinya berharap selalu memberikan informasi jika ada sapi yang sebelum disembeli memiliki hal-hal yang mencurigakan.
“Menjelang Idul Adha memang kita rutin turun melakukan pemeriksaan Post Mortem, terutama pada penyelenggara pemotongan itu, kita kasih tau juga, bagaimana ciri-ciri dan kejadian yang mencurigakan yang mereka tidak tau, sebelum melakukan pemotongan,”tutupnya.
Reporter: Hendrik Gani












