Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
KESEHATANNASIONAL

Bahaya Serangan Jantung Saat Bertanding Sepak Bola

×

Bahaya Serangan Jantung Saat Bertanding Sepak Bola

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi serangan jantung

Dulohupa.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penyakit jantung masih menjadi penyakit pembunuh nomor 1 di dunia. Bahaya penyakit jantung bahkan tak hanya menyasar manusia yang berusia lanjut, tapi juga mengancam para generasi muda. Di dunia olahraga sendiri, khususnya di cabang sepak bola, Penyakit jantung masih menjadi momok bagi para pesepakbola. Sejumlah kasus kematian pesepakbola profesional di tengah lapangan juga beberapa kali terjadi. Bahkan yang terbaru, Bupati Halmahera Utara, Usman Sidik pingsan di tengah lapangan lalu kemudian meninggal dunia. Usman Sidik diduga mengalami serangan jantung.

Penyakit jantung sendiri mendapat perhatian lebih dari seluruh organisasi kesehatan di dunia. Hal ini menyusul tingginya angka kematian akibat penyakit jantung. Menurut data WHO tahun 2021 angka kematian akibat serangan jantung mencapai 17,8 juta kematian. Bisa dikatakan bahwa satu diantara tiga penyebab kematian manusia di dunia, adalah serangan jantung mendadak.

Sepak bola sendiri merupakan salah satu olahraga yang bisa memicu kinerja jantung bekerja lebih dari biasanya. Olehnya, Sepak bola cukup berbahaya bagi orang yang memiliki masalah pada arteri koronernya. Saat bermain sepak bola, Jantung memerlukan darah dan oksigen lebih banyak. Olehnya, Orang yang bermasalah pada arteri koronernya akan kesulitan mengatur permintaan dan pasokan darah ke jantung. Akibatnya, Otot jantung tak dapat menerima darah dan oksigen yang diperlukan karena penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu serangan jantung mendadak.

Induk organisasi sepak bola dunia (FIFA) sendiri telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah terjadinya tragedi serangan jantung bagi para pemain sepak bola saat tengah bertanding. Bahkan sejak tahun 2006 silam, Tepatnya saat Piala Dunia 2006 akan berlangsung. FIFA mewajibkan seluruh tim yang bertanding untuk memasukan laporan medis setiap pemain, Khususnya kondisi jantung pemain. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengidentifikasi problem jantung setiap pemain sedini mungkin.

 

Gejala dan Tips Menjaga Kesehatan Jantung

Olehnya sebelum semuanya terlambat. Sebaiknya kita harus lebih mengenal gejala penyakit jantung. Menurut dr Andika Widyatama seperti yang dilansir KlikDokter.com gejala awal penyakit jantung memang sulit untuk dirasakan. Namun pada umumnya penyakit jantung memiliki gejala. Diantaranya:

  • Nyeri di bagian dada
  • Rasa tidak nyaman di bagian leher, lengan kiri, bahu, rahang, hingga punggung
  • Sesak napas
  • Pusing seperti berputar
  • Mual dan keringat dingin

Jika terdapat gejala penyakit jantung maka sebaiknya segera memeriksa keadaan jantung kita ke Dokter. Selain itu, Bagi orang yang memiliki riwayat atau gejala penyakit jantung sebaiknya untuk membatasi aktivitas olahraga yang memiliki intensitas cukup tinggi.

Berikut 6 langkah sehat mencegah serangan jantung yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

  • Periksa kesehatan secara rutin (Tekanan darah, Gula darah, dll)
  • Menghindari rokok
  • Berolahraha secara teratur
  • Kelola stress
  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup

 

Redaksi