Dulohupa.id – Sarlis Mantu, ketua Pengurus Asosiasi Nelayan dan Pedagang Ikan Gorontalo, menyampaikan berbagai masalah untuk melaut dalam pertemuan dengan Gubernur Gusnar Ismail di rumah dinas gubernur, Selasa (05/8/2025).
Beberapa isu yang diangkat termasuk kelangkaan dan lambatnya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), pembatasan wilayah tangkap hingga 12 mil, batasan jumlah rompong, serta kesulitan dalam proses perizinan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Gusnar menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi nelayan dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu masalah lokal dan masalah nasional.
” Untuk masalah lokal, kuota BBM akan dipindahkan dari SPBU Inengo ke Talumolo, dengan pengawasan ketat dari Satpol PP untuk memastikan distribusi yang tepat. Sementara untuk masalah nasional, akan berkoordinasi dengan BPH Migas untuk meminta tambahan kuota BBM bagi nelayan dan akan menyampaikan aspirasi mereka kepada Menteri Kelautan dan Perikanan” Ujar Gusnar.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Sila Botutihe juga menambahkan bahwa Pertamina telah berkomitmen untuk memenuhi permintaan kuota BBM nelayan dalam waktu dekat. Ia juga menambahkan bahwa Isu yang dihadapi nelayan Gorontalo adalah masalah nasional yang juga dialami oleh nelayan di seluruh Indonesia.
” Penambahan kuota BBM segera, mengingat nelayan sering kali mengalami kekurangan pasokan hingga 14 hari. Untuk itu saya berharap agar kuota sementara dapat dipindahkan untuk mendukung kegiatan nelayan saat ini” ujar Kepala Dinas Perikanan.
Pengurus asosiasi menyambut baik respons cepat dari pemerintah dan berharap realisasi penambahan kuota dapat terjadi pada triwulan keempat mendatang.
Reporter: Maya











