Dulohupa.id – Aktivitas pengumpul batu hitam di Wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo belakangan ini kembali muncul, setelah sebelumnya sempat tidak ada lagi sejak di permasalahkan beberapa bulan lalu.
Hal ini diungkapkan oleh ketua Paguyuban Mahasiswa Suwawa, Rezaldath Kurniawan Iyou kepada awak media. Dirinya mengatakan ada seorang pengusaha pengumpul batu hitam yang saat ini masih beraktivitas, bahkan dirinya menyebut tempatnya tidak dipasang garis polisi seperti tempat pengusaha lainya.
“Saat ini, ada salah seorang investor yang juga pengumpul Batu Hitam bernama Warsono masih menjalankan aktivitasnya bahkan bebas melakukan pembelian Batu Hitam, sementara pengumpul atau investor lainnya justru dilarang. Bahkan ada yang ditahan petugas ketika melakukan pembelian,” kata Rezaldath Kurniawan Iyou, Rabu ( 20/07/2022)
Lebih lanjut diungkapkan Ketua Paguyuban Mahasiswa Suwawa, Rezaldath Kurniawan Iyou menurutnya, jika memang itu dilarang, semestinya diberlakukan pada semua pengumpul.
Lanjut kata reza, saat ini penambang memilih tak menjual Batu Hitam miliknya. Dengan alasan harga di bawah ketika dijual ke Warsono.
Sementara tak ada lagi investor atau pedagang pengumpul kategori kecil yang berani membeli dengan alasan takut di ditahan.terlebih ketika rekan-rekannya sudah ada yang ditahan.
“Setiap hari untuk satu lubang memproduksi 1.000 karung namun penambang memilih tak menjual batu hitam mereka dengan alasan jika di jual ke wMasiharsono harganya murah ,” kata Rezaldath Kurniawan Iyou.
Bahkan ia menuturkan bahwa Warsono membeli Batu Hitam jauh di bawa harga yang diinginkan penambang. Jika sebelumnya harganya Rp 750 ribu per karung. Setiap karung berisi Batu Hitam dengan berat 55 kilogram.
Menurut Rezaldath Kurniawan Iyou, Warsono justru membelinya dengan harga Rp 500 ribu per karung.
Rezaldath Kurniawan Iyou meminta agar diberi perlakuan yang sama terhadap pengumpul atau investor Batu Hitam. Jika mereka dilarang, semuanya harus dilarang.
“Demikian juga sebaliknya. Jika diperbolehkan, semua harus diperbolehkan. Kasihan investor-investor lainnya, yang ingin berinvestasi. Juga kasihan kepada penambang yang ingin menjual Batu Hitam miliknya dengan yang wajar,” Ungkap Reza
Hingga berita ini di terbitkan Jurnaslis Dulohupa.id berupaya mencari kontak nama yang disebutkan sebagai pengumpul batu hitam untuk di konfirmasikonfirmasi.
(Redaksi Dulohupa)











