Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Aksi Mahasiswa Tuntut Kebijakan Kampus UNG Diwarnai Kericuhan

136
×

Aksi Mahasiswa Tuntut Kebijakan Kampus UNG Diwarnai Kericuhan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa terlibat bakupukul degan petugas keamanan kampus

DULOHUPA.ID – Aksi unjuk rasa ratusan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo di kantor Biro Akademik dan Perencanaan  (BAKP) UNG Kamis (18/07/19) diwarnai kericuhan.

Pihak BAKP UNG yang tak kunjung menemuai masa, memicu emosi massa aksi memaksa untuk masuk ke dalam kantor BAKP.

Karena dihalangi petugas security kampus, Keributan pun pecah. Massa dengan petugas pengamanan saling dorong dan bakupukul sehingga mengakibatkan pintu kaca biro akademik ung pecah.

Dalam aksi unjuk rasa ini ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas  menyampaikan sejumlah persoalan yang terjadi di internal kampus UNG.

Pian Hamsa salah satu orator dalam aksi ini menyampaikan sejumlah tuntutan mereka ke awak media diantaranya, persoalan pengembalian uang bidik misi yang dinilai hingga saat ini belum jelas’’ teman-teman penerima bidik misi ini membayar dulu SPP pada awal masuk kuliah, dan dijanjikan akan digantikan namun saat ini belum jelas pengembalianya’’ jelas pian, tambanya selain itu mahasiswa juga mempertanykan masih adanya pungutan liar di Universitas Negeri Gorontalo.’’ Sudah ada ketetapan rector tidak adanya pungli namun higga saat ini masih marak misalnya persoalan praktikum yang seharunya Mahasiswa tidak di pungut biaya lagi karena sudah masuk dalam uang kuliah tunggal (UKT) ’’ tegasnya

Begitu juga persoalan, pelaksanaan masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) dan penyalahgunaan wewenang jabatan, serta lambatnya pemilihan Rektor sehingga berimbas terhadap tertundanya pelaksanaan wisuda.

Dalam aksi ini mahaiswa ditemui langsungung oleh wakil Rektor satu Universitas Negeri Gorontalo, Mahludin Barwadi, pihaknya berjanji akan secepatnya menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan masa aksi.

Masa aksi yang sudah merasa puas dengan penyampaian pihak kampus langsung membubarkan diri, dan berjanji akan kembali melakukan aksi apabila tuntutan mereka tidak segera direalisasikan . (DP/01)