Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Ada 33 Alat Berat Mengeruk SDA di Tambang Ilegal Dengilo

Dulohupa.id- Camat Dengilo, Nakir Ismail, mengakui fakta terkait adanya alat berat yang beroperasi di tambang ilegal Dengilo, yakni di Desa Karya Baru dan Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato.

Kepada Dulohupa.id Nakir bahkan mengaku, menemukan puluhan alat berat yang dikerahkan untuk mengeruk sumber daya alam di tambang ilegal Dengilo tersebut.

“Alat berat saat ini yang melakukan aktivitas pertambangan ini, menurut laporan APRI (Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia) itu ada 33 unit, dan semua alat itu melaksanakan dengan baik,” kata Nakir, Rabu (11/11).

Secara pasti Nakir mengatakan, bahwa ada setidaknya 33 alat berat. Itu berdasarkan data yang ia dapatkan dengan turun langsung ke lapangan.

“Iya, ada 33 alat yang bekerja, dan saya sudah pantau sendiri saat meninjau lokasi,” ujar Nakir.

Dengan begitu kata dia, saat ini akan melarang alat berat yang akan masuk ke kawasan tambang ilegal tersebut. Karena pada kesepakatan bersama, “Itu sudah kita sepakati, kalau ada alat yang masuk. Itu tidak kita terima. Keputusan itu merujuk pada kesepakatan kemarin.”

“iya, cukup dibatasi, karena kalau tidak dibatasi, akan lebih hancur dan susah untuk kita tangani soal penanganannya,” kata Nakir.

Secara pasti Nakir mengatakan, bahwa ada setidaknya 33 alat berat. Itu berdasarkan data yang ia dapatkan dengan turun langsung ke lapangan/Dulohupa-Zulkifli Mangkau

Lebih lanjut Nakir mengatakan, sejauh ini juga, pihak APRI selalu melakukan koordinasi dengan pihaknya terkait aktivitas tambang saat ini.

“Kita tahu ini adalah tambang ilegal, tetapi kehadiran pemerintah bagaimana supaya kegiatan ini lebih berdampak juga pada lingkungan. Seperti melakukan penimbunan kembali pada bekas galian tambang,” terang Camat Dengilo tersebut.

Reporter: Zulkifli Mangkau