Scroll Untuk Lanjut Membaca
BOALEMO

Panen Perdana 100 Ayam Kampung, Lapas Boalemo Siapkan Warga Binaan jadi Pengusaha

×

Panen Perdana 100 Ayam Kampung, Lapas Boalemo Siapkan Warga Binaan jadi Pengusaha

Sebarkan artikel ini
Lapas Boalemo
Kepala Lapas Kelas IIB Boalemo, Agus Risdianto saat panen ayam kampung hasil kemandirian warga binaan. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Boalemo melakukan panen perdana 100 ekor ayam kampung hasil program pembinaan kemandirian dan penguatan ketahanan pangan bagi warga binaan, Kamis (8/10/2026).

Panen ayam kampung tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Boalemo, Agus Risdianto. Hasil panen rencananya akan dipasarkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sejumlah pembeli di Kabupaten Boalemo.

Agus mengatakan, sebagian hasil panen ayam kampung tersebut telah dipesan oleh pasar tradisional dan pengusaha ayam beku (frozen).

“Sudah ada yang pesan dari pasar tradisional dan ada pengusaha ayam frozen,” kata Agus.

Menurut Agus, hasil penjualan akan dibagi untuk mendukung keberlanjutan program pembinaan warga binaan. Sebanyak 35 persen akan dikembalikan untuk pembinaan dan dijadikan modal usaha yang akan diputar kembali, sementara 15 persen disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Meski baru memasuki panen perdana, program peternakan ayam kampung tersebut masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan anggaran.

Agus menjelaskan, kegiatan tersebut belum mendapatkan pembiayaan langsung dari anggaran DIPA Lapas sehingga masih mengandalkan swadaya dan modal pinjaman dari koperasi.

“Anggaran kita masih skala kecil. Memang belum ada pembiayaan langsung yang dianggarkan dalam DIPA Lapas. Jadi ini sifatnya swadaya, kita ambil pinjaman dari koperasi dan diputar sebagai modal awal membangun usaha pertanian dan peternakan,” ujarnya.

Agus menilai peluang pengembangan usaha ayam kampung di Kabupaten Boalemo cukup besar. Selain pasar tradisional, permintaan juga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), rumah makan, hingga pengusaha ayam frozen.

Menurutnya, potensi pasar tersebut dapat menjadi peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah mendapatkan pembinaan di dalam Lapas.

Reporter: Mat