Dulohupa.id – Antrean panjang BBM bersubsidi di sejumlah SPBU menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Boalemo. Persoalan tersebut dibahas dalam rapat Forkopimda di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Rabu (16/9/2026).
Rapat dipimpin Bupati Boalemo Rum Pagau dan dihadiri Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Ketua DPRD Karyawan Eka Putra Noho, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, pimpinan OPD, camat dan kepala desa.
Rum mengatakan, pemerintah daerah bersama Forkopimda akan mencari langkah untuk mengatasi antrean panjang masyarakat yang ingin mendapatkan BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Solar.
Pemerintah juga menyoroti penggunaan barcode bagi petani dan nelayan. Menurut Rum, masih ada petani dan nelayan yang memiliki barcode, tetapi barcode tersebut justru dipegang oleh pihak lain.
“Petani dan nelayan hanya namanya yang punya barcode, tetapi barcode ini bukan mereka yang pegang,” ujar Rum.
Karena itu, pemerintah daerah meminta dukungan TNI dan Polri untuk melakukan penertiban penggunaan barcode di SPBU.
Rum berharap langkah tersebut dapat membantu petani dan nelayan mendapatkan BBM subsidi sesuai kebutuhan serta mengurangi antrean panjang di SPBU.
Persoalan BBM subsidi menjadi salah satu dari empat agenda yang dibahas dalam rapat Forkopimda. Tiga agenda lainnya yakni rencana pembangunan Brigif di Desa Tangkobu, Kecamatan Paguyaman, penyebaran malaria, serta kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak.
Reporter: Mat











