Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Mengamuk di RS Sitti Khadijah, Jefri Taha Diduga dalam Pengaruh Alkohol

×

Mengamuk di RS Sitti Khadijah, Jefri Taha Diduga dalam Pengaruh Alkohol

Sebarkan artikel ini
Jefri Taha
Jefri Taha diduga melakukan perusakan fasilitas di RS Sitti Khadijah, Kota Gorontalo. Foto/ist

Dulohupa.id — Kericuhan di Rumah Sakit (RS) Sitti Khadijah Kota Gorontalo pada Sabtu dini hari (12/9/2026) berujung pada dugaan penganiayaan terhadap seorang dokter dan perawat. Korban menyebut terduga pelaku, Jefri Taha (JT), diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol saat kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.20 Wita. JT disebut datang ke rumah sakit dan mempersoalkan pelayanan terhadap seorang pasien. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pengrusakan fasilitas rumah sakit dan dugaan kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Dokter yang menjadi korban, dr. Mohamad Rifki Hilalata, mengatakan sempat melihat kondisi JT saat berada di lokasi. Menurut pengamatannya, terduga pelaku diduga telah mengonsumsi minuman keras.

Dr. Rifki mengaku dugaan tersebut terlihat dari kondisi JT saat kejadian, termasuk aroma alkohol yang tercium ketika dirinya berupaya berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

“Kelihatannya mengonsumsi minuman keras karena dari baunya dan saya di video juga sempat menyampaikan bapak ini ba minum ya, seperti itu dalam bahasa logat Gorontalo,” ujar dr. Rifki.

Meski demikian, dugaan mengenai kondisi JT tersebut masih berdasarkan pengamatan korban. Kepastian apakah yang bersangkutan berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan pemeriksaan dan alat bukti yang tersedia.

Menurut dr. Rifki, kedatangan JT ke RS Sitti Khadijah berkaitan dengan sejumlah persoalan yang dipermasalahkan terkait pasien. Beberapa di antaranya menyangkut tindakan medis, administrasi hingga persoalan biaya.

Dr. Rifki mengatakan persoalan tersebut telah coba dijelaskan kepada JT dan keluarga pasien. Namun, komunikasi yang dilakukan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan dan situasi kemudian berubah menjadi kericuhan.

Sebelum dugaan penganiayaan terjadi, video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria mengamuk di lingkungan rumah sakit dan membanting sejumlah fasilitas. Keributan tersebut kemudian berujung pada dugaan kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas.

Pasca kejadian, dr. Rifki mengaku kondisi fisiknya masih belum pulih. Ia mengatakan masih merasakan pusing dan kesulitan menggerakkan tangannya untuk melakukan tindakan medis terhadap pasien.

“Saat ini tangan saya panas, memar, sama sampai saat ini untuk dilakukan gerakan untuk tindakan ke pasien sangat sulit, dan saya sampai sekarang masih agak oleng, saya butuh sandaran untuk berdiri,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat dr. Rifki tidak dapat melanjutkan tugasnya seperti biasa setelah insiden berlangsung.

Ia juga telah menjalani pemeriksaan medis dan visum sebagai bagian dari tindak lanjut atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Selain dr. Rifki, seorang perawat juga disebut menjadi korban ketika berupaya menghadapi situasi yang terjadi di rumah sakit.

Perawat tersebut mengalami luka pada bagian tangan.

“Beliau (korban lain) punya luka goresan di bagian tangannya,” pungkas dr. Rifki.

Dugaan penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polresta Gorontalo Kota pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.00 Wita.

Laporan tersebut kini menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap rangkaian kejadian, termasuk dugaan penganiayaan dan pengrusakan fasilitas rumah sakit.

Sementara itu, dugaan bahwa terduga pelaku berada dalam pengaruh minuman beralkohol saat kejadian masih menunggu pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca Juga: Tak Puas Penanganan Pasien Picu Jefri Taha Mengamuk di RS Sitti Khadijah, Dokter Rifki Beri Penjelasan

Reporter: Yayan