Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Polisi Jaring Pelanggar Lalu Lintas, Mahasiswa Pertanyakan Razia di Depan Kampus UNG

×

Polisi Jaring Pelanggar Lalu Lintas, Mahasiswa Pertanyakan Razia di Depan Kampus UNG

Sebarkan artikel ini
Razia Kendaraan
Sejumlah mahasiswa pertanyakan razia kendaraan did epan kampus UNG. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pelaksanaan razia kendaraan (Sweeping) yang berada di depan kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Senin sore (06/07/2026) menjadi perhatian sejumlah mahasiswa karena dinilai kurang pantas.

Salah satu mahasiswa UNG, Al-Dimas saat diwawancarai mengatakan bahwa pelaksanaan razia ini menjadi bahan pertanyaan dibenak mereka.

“Jadi saya dapat kabar dari teman-teman, katanya kepolisian itu mengadakan tindakan penilangan itu diarea kampus didepan kampus, tepatnya itu didepan gerbang utama UNG,” ujar Al-Dimas kepada Dulohupa.

“Nah kami kaget, kok kenapa tiba-tiba polisi itu bisa melakukan tilang itu di area akademik, diarea kampus, nah itu yang kami tidak mau dan kaget akan hal ini,” lanjutnya.

Menurutnya, setelah mendapatkan informasi tersebut, ia bersama rekan-rekannya kemudian mendatangi lokasi razia, dan mencoba membangun komunikasi dengan aparat soal operasi yang sedang berlangsung.

“Kemudian kami mencoba untuk datang, melihat dan mendengarkan apa saja poin yang menjadi urgensi pihak kepolisian untuk mengadakan penilangan disini,” jelas Al-Dimas.

“Tadi kami coba melihat legalitas dari pada kegiatan ini. Kami melihat disitu apakah tempatnya itu benar-benar di area depan kampus ini. Ketika kami lihat, ternyata didalam itu Kota, yang melaksanakan tempat pemilihan itu perwira,” lanjutnya.

Kata Al-Dimas, dari komunikasi yang dibangun, ternyata didapatkan bahwa pihak kepolisian melaksanakan razia dilokasi tersebut karena adanya laporan dari masyarakat.

“Kemudian kami coba untuk menggali, ternyata dari kepolisian itu melaksanakan penilangan disini itu karena hasil laporan dari masyarakat setempat,” pungkasnya.

“Masyarakat setempat melaporkan bahwa kegiatan lalu lintas yang ada didepan kampus atau di jalan Pandjaitan sini ternyata ada terjadi beberapa pelanggaran lalu lintas. Nah itu kemudian dikumpulkan aspirasi itu kemudian dilaksanakan kegiatan penilangan,” sambung Al-Dimas.

Lebih lanjut, Al-Dimas mengatakan bahwa tujuan kedatangan mereka ke lokasi tak lain untuk memastikan soal legalitas razia yang berlangsung.

“Jadi sebenarnya kami mahasiswa datang kemari hanya untuk melihat legal standing-nya seperti apa, supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” tandasnya.

“Tapi meskipun ada laporan itu, tapi kalau masih diarea didalam ataupun diarea kampus itu sebenarnya tidak bisa,” sambungAl-Dimas.

Sementara Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim menjelaskan, pelaksanaan razia di wilayah Kota Gorontalo, poin pertama yang dilihat adalah lokasi tersebut banyak terjadi kecelakaan, kemudian yang kedua banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang patalitas kecelakaan. Menurutnya operasi razia kendaraan ini sebetulnya telah diatur dalam regulasi yang ada, tidak ada larangan selama tidak menyimpang.

“Nah didepan kampus itu sendiri banyak pelanggaran-pelanggaran seperti melawan arus, kemudian tidak menggunakan helm, kemudian kenalpot brong, kemudian banyak juga kontener-kontener atau kendaran-kendaran berat masuk di zona yang diatur jam-jam operasionalnya,” lanjut AKP Nurmaya.

Kata AKP Nurmaya, pelaksanaan razia sore tadi banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan masyarakat, yang terbanyak pelanggaran yaitu tidak menggunakan helm, kemudian menyusul tidak memiliki kelengkapan surat.