Gorontalo – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel mengajak para guru untuk mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses membentuk manusia yang utuh, bukan sekadar mengejar prestasi akademik. Sebab, Wawali Indra bilang, keberhasilan pendidikan diukur dari lahirnya generasi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki integritas.
Apalagi, lanjut dia, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga bagaimana sekolah mampu membentuk karakter peserta didik di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Percuma anak-anak kita pintar berhitung, menguasai teknologi, tetapi kehilangan kompas moralnya. Karakter adalah pondasi utama yang menentukan masa depan mereka,” tegas Wawali Indra saat membuka Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) I PGRI Kota Gorontalo Tahun 2026 di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (1/7/2026).
Lebih lanjut Wawali Indra menyatakan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan memiliki makna apabila tidak diiringi dengan moral, etika, dan nilai-nilai keimanan yang kuat.
Ia menilai pembentukan karakter harus menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten melalui berbagai kebiasaan positif.
Mulai dari membangun disiplin, membiasakan hidup bersih, peduli terhadap lingkungan, hingga menanamkan sikap mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
Salah satu contoh yang disampaikan Wawali Indra adalah pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai media pembelajaran karakter, di mana siswa diajak bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kemandirian.
Begitu pula dengan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya sebagai bentuk pendidikan kepedulian terhadap lingkungan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Peran keluarga dinilai sama pentingnya agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tetap terpelihara di lingkungan rumah.
Maka dari itu, Wawali Indra mendorong PGRI bersama Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dalam melahirkan berbagai program pembinaan karakter yang menyentuh seluruh satuan pendidikan.
Menurutnya, organisasi profesi guru harus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Mengakhiri sambutannya, Wawali Indra menyampaikan harapannya agar forum tersebut menghasilkan rekomendasi dan program strategis yang semakin meningkatkan profesionalisme guru serta memperkuat mutu pendidikan di Kota Gorontalo dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Maju.
Kegiatan itu sendiri dihadiri Wakil Ketua I PGRI Provinsi Gorontalo Bobby Agari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Ketua PGRI Kota Gorontalo Dr. H. Romy Baruwadi, M. Pd, jajaran pengurus PGRI tingkat kecamatan, serta kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kota Gorontalo.











