Dulohupa. Id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan berbagai praktik yang menyebabkan kekayaan Indonesia tidak sepenuhnya dinikmati rakyat.
Dalam pidatonya pada puncak PENAS XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026, Prabowo menyebut Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun selama bertahun-tahun banyak kekayaan bangsa yang mengalir keluar dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
”Banyak kekayaan kita dicuri. Saya bertekad akan menghentikan kekayaan Indonesia dicuri,” kata Prabowo.
Menurutnya, upaya memperbaiki kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tidak dapat menghasilkan perubahan secara instan.
Prabowo mengibaratkan pembangunan ekonomi seperti proses bercocok tanam yang memerlukan kesabaran. Seorang petani yang menanam kelapa, sawit, atau singkong tidak langsung memperoleh hasil dalam hitungan hari. Karena itu, pemerintah terus bekerja membangun fondasi ekonomi yang kuat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.











