Dulohupa.id – Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke XVII di Gorontalo mulai dilaksanakan pada Sabtu (20/06/2026). Even nasional ini dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 25 Juni mendatang.
Diperkirakan sejumlah kurang lebih 13 ribu peserta PENAS hadir dari seluruh daerah di Indonesia. Salah satu perwakilan peserta asal Bengkulu, yaitu melalui Ketua KTNA Kota Bengkulu, Fikri HZ menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan even ini.
Fikri mengatakan, peserta asal Bengkulu yang mengikuti PENAS ke-XVII kali ini hanya ada sebanyak 27 orang dibandingan dengan daerah lain mencapai ratusan orang mewakili Provinsi.
Meskipun begitu, kekurangan peserta akibat keterbatasan biaya tak surutkan menuju Gorontalo. Fikri mengaku bangga bangga ikut terlibat menjadi peserta di even nasional ini. Meski jauh, dan harus berjam-jam dalam perjalanan, namun ia cukup puas dengan suguhan pelayanan pihak tuan rumah PENAS.
Ia menceritakan sebelumnya mengaku sempat terlambat saat akan menuju ke lokasi PENAS.
“Kita kesini pakai pesawat, cuman kemarin itu kita agak terlambat karena pesawat yang kesini itu mungkin lambat atau gimanalah. Tapi syukurnya panitia disini sudah memfasilitasi (soal keterlambatan kedatangan),” ujar Fikri kepada Dulohupa saat diwawancarai.
Fikri dan rombongan berangkat dari Bengkulu menuju Gorontalo sejak tanggal 18 Juni kemarin, dan tiba pada keesokan harinya.
Selain soal keterlambatan, Fikri juga menyuarakan soal kenaikan harga tiket pesawat yang cukup lumayan menguras kantong. Meski dibiayai oleh pemerintah setempat untuk berangkat ke lokasi PENAS, namun menurut Fikri harga tiket ini lumayan mahal.
“Yaah kalau cerita harga tiket naik sudah lumrah, terutama ada kegiatan PENAS, hari libur atau lebaran atau tahun baru itu sudah biasa, cuman jangan juga seperti ini terlalu tinggi nilainya (harga tiket),” pungkasnya.
Fikri mengaku bahwa untuk memberangkatkan peserta ke lokasi PENAS ke-XVII di Gorontalo cukup sulit dengan biaya tiket pesawat yang naik.
“Untuk memberangkatkan peserta kesini cukup besar biayanya. Apalagi pulang nanti, tambah besar lagi biayanya,” ucap Fikri.
Keterbatasan memberangkatkan peserta PENAS dari daerahnya itu, salah satu faktor disebabkan tingginya tarif tiket pesawat menuju ke Gorontalo.
“Yang kita bawa kesini itu cuman 27 orang, (begitu salah satu faktor kurangnya memberangkatkan peserta karena biaya?) iya karena biaya,” tutupnya.
Reporter: Yayan











