Gorontalo – Atmosfer kompetisi akademik di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanas. Sebanyak 155 mahasiswa terbaik yang mewakili delapan fakultas dan sekolah vokasi saling unjuk gigi dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2026 yang diselenggarakan di UNG.
Bukan sekadar lomba rutin, ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi para “saintis muda” Kampus Kerakyatan untuk memperebutkan posisi sebagai delegasi terbaik di tingkat regional hingga nasional. Kompetisi tingkat universitas tersebut mahasiswa perwakilan, dari delapan fakultas dan sekolah vokasi yang ada di UNG.
“Ini adalah momen penting untuk meningkatkan budaya kompetisi akademik. Kami ingin mahasiswa menunjukkan potensi terbaiknya di bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Melalui proses ini, kita melakukan pemantapan kualitas sebelum melangkah ke tingkat nasional,” ujar Amir.
Rektor UNG melalui wakil rektor bidang akademik, Abdul Hafidz Olii, menekankan pentingnya kompetisi semacam ini, sebagai bagian dari langkah strategis kampus dalam mendorong peningkatan kualitas mahasiswa, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi menuju era industri 5.0. Menurutnya, kemampuan di bidang tersebut menjadi kunci bagi mahasiswa untuk mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam perubahan zaman.
“Melalui ajang ini, UNG optimis dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya hebat di atas kertas ujian, tetapi juga siap menjadi motor penggerak transformasi bidang kelimuan sains maupun teknologi di masa depan,” pungkasnya.











