Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALO

Sajian Kuliner Khas Gorontalo Warnai Festival Tumbilotohe

×

Sajian Kuliner Khas Gorontalo Warnai Festival Tumbilotohe

Sebarkan artikel ini
Kuliner Tumbilotohe
Wagub Idah Syahidah turut meninjau stand UMKM yang menyajikan makanan khas Gorontalo yang hadir di festival Tumbilotohe 2026. Foto/Diskominfotik

Dulohupa.id – Festival Tumbilotohe tahun 2026 di kawasan pembangunan Mesjid Raya Islamic Center Gorontalo pada Senin (16/03/2026) malam dilaksanakan dengan konsep berbeda.

Kegiatan ini dibuka langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Turut hadir Wakil Gubernur Gorontalo serta unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah RH mengatakan bahwa malam pasang lampu ini juga disertakan dengan kegiatan Tumbilotohe Run dan Tumbilotohe Kuliner.

Lebih lanjut kata Idah, pada setiap even di Gorontalo bahwa tak akan terlepas dari yang namanya UMKM. Dalam kegiatan ini, makanan khas Gorontalo disajikan untuk lebih memeriahkan malam pasang lampu tahun 2026.

“Dengan adanya UMKM ini pertama mengenalkan makanan khas Gorontalo,” ujar Idah kepada awak media.

Wakil Gubernur Gorontalo menyebutkan seperti Diniohu salah satu makanan khas Gorontalo yang terbuat dari sagu yang dicampurkan dengan air kelapa dan ditambahkan gula aren (gula merah) dan ditambahkan dengan serutan kelapa muda, kemudian disajikan di tempurung kelapa.

“Ini adalah salah satu makanan khas Gorontalo, filosofisnya adalah apabila ada seseorang sakit diniohu dikonsumsi Insya Allah sembuh, apalagi yang punya gangguan lambung,” ucapnya.

Selain Diniohu, makanan khas lain seperti kala-kala yang terbuat dari batata dicampurkan gula aren. Ada juga onde-onde, cucur dan lainnya.

“Nah semua ini pakai gula merah (gula aren), filosofi dari gula merah ini diharapkan seluruh pelaku UMKM ini nasibnya itu semanis gula merah,” tandasnya.

Pelaku UMKM ini selanjutnya akan berdagang dilokasi yang disediakan selama pelaksanaan malam pasang lampu. Idah Syahidah berharap dengan pelaksanaan Tumbilotohe 2026 ini, UMKM di Gorontalo akan lebih maju.

“Mudah-mudahan dengan adanya festival ini menambah salah satu icon UMKM Gorontalo untuk semakin terampil dan maju,” tutupnya.

Sementara berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan festival ini, di antaranya festival bunggo, lomba memasak makanan khas Gorontalo tempo dulu, pawai obor tempo dulu, demo masak tradisional, lomba busana muslim anak-anak, hingga bazar murah UMKM.

Di panggung hiburan, masyarakat juga disuguhkan penampilan lagu-lagu religi, tarian tradisional, gambusi, serta berbagai hiburan bernuansa Islami dan pemberian doorprize yang semakin menambah semarak suasana Ramadan.

Reporter: Yayan