Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOLINGKUNGAN

Kadis LHK Gorontalo Tekankan Peran KPH dalam Mitigasi Perubahan Iklim Global

×

Kadis LHK Gorontalo Tekankan Peran KPH dalam Mitigasi Perubahan Iklim Global

Sebarkan artikel ini
KPH Gorontalo
Foto bersama dalam kegiatan Training Peningkatan Kapasitas Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dari Enam (6) Unit KPHP/KPHL di Gorontalo.

Dulohupa.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Gorontalo, Fayzal Lamakaraka menekankan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dalam mitigasi perubahan iklim global.

Ia menjelaskan bahwa upaya rehabilitasi hutan dan lahan, termasuk penanaman kembali serta pengendalian kebakaran, secara langsung KPH berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global. Ini adalah langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Fayzal juga memberikan contoh sederhana mengenai perubahan iklim yang sering dirasakan masyarakat, yaitu cuaca ekstrem yang tidak menentu. Perubahan suhu yang tiba-tiba panas atau hujan mendadak tanpa tanda-tanda merupakan indikasi nyata dari dampak perubahan iklim. Kesadaran akan hal ini penting untuk mendorong tindakan preventif dan adaptif.

Meskipun personel di lingkup DLHK masih terbatas, Fayzal menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Keterbatasan ini harus diatasi dengan peningkatan penguasaan, pemahaman, dan pengetahuan dari sisi teori maupun praktik. Tim harus mampu beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi tantangan yang kompleks.

Oleh karena itu, tim pengendalian Karhutla di tingkat KPH diminta untuk meningkatkan koordinasi yang erat dengan berbagai pihak. Ini termasuk pemerintah daerah seperti BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta aparat keamanan seperti TNI/Polri (Babinsa), dan unit terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.

Koordinasi yang erat antara tim KPH dengan berbagai instansi menjadi strategi utama dalam pencegahan danl penanganan Karhutla. Sinergi ini mencakup deteksi dini potensi kebakaran, sosialisasi kepada masyarakat, pelaksanaan pelatihan berkelanjutan, hingga patroli rutin di area rawan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegah kebakaran sebelum meluas dan menyebabkan kerusakan parah.

Selain pencegahan, koordinasi juga sangat penting dalam fase pemadaman awal kebakaran hutan dan lahan. Dengan respons cepat dan terkoordinasi, tim dapat memadamkan api sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Efisiensi dalam penanganan awal adalah kunci untuk meminimalkan dampak negatif Karhutla dan melindungi ekosistem.

Tujuan akhir dari semua upaya ini adalah menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara terintegrasi. Pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan akan memastikan bahwa hutan Gorontalo tetap lestari dan berfungsi sebagai paru-paru dunia. Ini juga mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca secara nasional.

Dengan peningkatan keterampilan dan penguatan koordinasi, tim Pengendalian Karhutla di Gorontalo diharapkan semakin profesional dan efektif. Mereka akan menjadi pilar utama dalam menjaga ekosistem hutan dan berkontribusi nyata pada upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal maupun nasional, demi masa depan yang lebih hijau.

Untuk diketahui Kelompok kerja (Pokja) Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) serta Wahana Mitra Mandiri melaksanakan kegiatan Training Peningkatan Kapasitas Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dari Enam (6) Unit KPHP/KPHL.
Kegiatan ini yang digelar di FOX Hotel pada 27-28 Desember 2025 itu dibuka langsung oleh kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka.

Reporter: Enda